Jazz Menyuarakan Kisah Para Buruh di Jazzyvibes
- 03 Mei 2026 19:21 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Program JazzyVibes yang mengudara di 91,2 FM RRI Pro 1 Jakarta dan aplikasi RRI Digital
- Jazz sebagai Representasi Suara Buruh
RRI.CO.ID, Jakarta - Program JazzyVibes yang mengudara di 91,2 FM RRI Pro 1 Jakarta dan aplikasi RRI Digital pada Sabtu malam, 2 Mei 2026, menghadirkan nuansa berbeda. Disiarkan pukul 21.00 hingga 24.00 WIB, acara yang dipandu Lia Kusumawardani ini mengangkat tema “Jazz sebagai Representasi Suara Buruh.”
Mengambil momentum peringatan Hari Buruh Internasional, siaran ini tidak sekadar memutar lagu, tetapi juga mengajak pendengar memahami sisi lain musik jazz—sebagai medium yang lahir dari realitas sosial para pekerja.
Dalam siaran tersebut, Lia mengulas bagaimana jazz berakar dari kehidupan komunitas African American di Amerika Serikat pada akhir abad ke-19. Saat itu, musik menjadi bagian dari aktivitas kerja para buruh di ladang dan perkebunan.
“Work songs dan field hollers bukan hanya hiburan, tapi juga cara menjaga ritme kerja sekaligus mengekspresikan perasaan,” ujarnya di sela siaran.
Seiring waktu, pola musikal seperti call and response dan penggunaan blue notes berkembang menjadi ciri khas jazz. Perpaduan tradisi musik Afrika dan harmoni Eropa kemudian melahirkan blues, yang menjadi fondasi utama jazz modern.
JazzyVibes juga menyoroti perjalanan jazz dari bentuk sederhana menuju genre yang lebih kompleks. Improvisasi menjadi elemen penting yang mencerminkan kebebasan berekspresi, terutama di tengah keterbatasan yang dihadapi para buruh saat itu.
Perkembangan jazz semakin pesat ketika musik ini menyebar dari New Orleans ke kota-kota besar seperti Chicago dan New York. Memasuki era 1920-an hingga 1940-an, jazz tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga ruang kritik sosial.
Tokoh Jazz dan Suara Perjuangan
Seiring perkembangan zaman, jazz tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga medium kritik sosial. Hal ini terlihat jelas dalam karya-karya musisi yang membawa isu ketidakadilan, termasuk pengalaman kelas pekerja dan diskriminasi rasial. Sejumlah musisi legendaris dikenal memanfaatkan jazz sebagai medium untuk menyuarakan isu ketidakadilan dan diskriminasi.

Charlie Parker
Pelopor bebop ini membawa jazz ke arah yang lebih kompleks dan intelektual, mencerminkan dinamika kehidupan pekerja urban.
Charles Mingus
Mingus dikenal melalui karya-karya yang menyuarakan kritik terhadap ketidakadilan sosial dan diskriminasi.
Max Roach
Sebagai musisi sekaligus aktivis, Roach menunjukkan bahwa jazz dapat menjadi alat advokasi sosial.
Melalui tema ini, JazzyVibes menunjukkan bahwa jazz bukan sekadar musik, melainkan juga bentuk komunikasi sosial yang merepresentasikan pengalaman dan perjuangan kelompok marjinal, khususnya buruh.
Program ini sekaligus menegaskan peran RRI sebagai lembaga penyiaran publik yang tidak hanya menyajikan hiburan, tetapi juga konten edukatif dan reflektif yang relevan dengan isu sosial.
Bagi masyarakat yang ingin mengikuti siaran ini, JazzyVibes dapat didengarkan melalui 91,2 FM RRI Pro 1 Jakarta maupun aplikasi RRI Digital.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....