Rombak, Keberanian Baru Keisya Levronka

  • 29 Apr 2026 09:19 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Penyanyi muda Keisya Levronka kembali menghadirkan gebrakan dalam industri musik Indonesia melalui album terbarunya bertajuk “rombak” yang resmi dirilis pada 24 April 2026. Album ini menjadi titik penting dalam perjalanan kariernya, menandai fase baru yang lebih berani dan eksploratif dalam menyuarakan emosi.

Dikenal luas lewat lagu balada penuh perasaan seperti “Tak Ingin Usai”, Keisya kini memilih jalur berbeda. Dalam “rombak”, ia tidak lagi sekadar meratapi luka, tetapi mengolahnya menjadi energi yang lebih lantang. Transformasi ini terasa sebagai langkah natural, namun tetap memberi kejutan bagi pendengarnya.

Mengusung pendekatan pop-rock yang terinspirasi dari era kejayaan musik Indonesia tahun 2000-an, album ini menghadirkan nuansa yang lebih hidup. Dominasi gitar, aransemen full-band, serta atmosfer anthemic menjadi fondasi yang memperkuat karakter musikal Keisya. Meski demikian, kejujuran emosional yang menjadi ciri khasnya tetap terjaga.

Album ini juga berperan sebagai jembatan lintas generasi. Di satu sisi, ia membangkitkan nostalgia bagi pendengar lama. Di sisi lain, ia selaras dengan tren generasi muda yang kembali menghidupkan musik bernuansa lawas dengan pendekatan baru yang segar dan relevan.

Lagu “Aku Bukan Dia” menjadi fokus utama dalam album ini. Karya tersebut mengangkat tema yang lebih sunyi dan kompleks, tentang seseorang yang menyadari dirinya bukanlah pilihan utama dalam sebuah hubungan. Emosi yang dihadirkan terasa dalam, diperkuat dengan dinamika musik yang intens dan vokal yang ekspresif.

Sementara itu, “Tak Pantas Terluka (Lagi)” menunjukkan bagaimana musik dapat berkembang bersama pendengarnya. Berawal dari versi balada, lagu ini bertransformasi menjadi lebih energik setelah viral di media sosial. Perubahan tersebut menjadikannya bukan sekadar lagu tentang luka, tetapi juga tentang keberanian untuk bangkit dan melepaskan.

Secara keseluruhan, “rombak” tidak hanya berbicara tentang perubahan musikal, tetapi juga pertumbuhan personal. Album ini menyuguhkan perjalanan emosional yang utuh—dari titik paling rapuh hingga fase yang lebih kuat dan sadar diri. Keisya Levronka membuktikan bahwa evolusi bukan berarti meninggalkan jati diri, melainkan menemukan cara baru untuk menguatkannya.

Semoga setiap perubahan yang berani kita ambil, seperti nada-nada dalam album ini, mampu membawa kita lebih dekat pada versi diri yang lebih utuh dan bermakna.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....