Eksplorasi Keindahan Budaya dan Laut, El John Gelar Mermaid & Merman Indonesia 2026

  • 24 Apr 2026 15:28 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Untuk pertama kali, Yayasan El John Indonesia menggelar ajang Mermaid & Merman Indonesia 2026. Bersama El John Pageants menghadirkan inovasi baru dalam dunia Pageant dengan menggabungkan olahraga mermaiding dan kompetisi kecantikan.

Salah satu agenda yang wajib dilakukan oleh para finalis adalah "wet performance" atau penampilan bawah air yang digelar Kamis, 23 April 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta dengan tema "The Spirit of the Archipelago: A Tribute to Earth Day" yang terinspirasi dari kekayaan Indonesia sebagai negara kepulauan. Tema ini memberikan ruang bagi para finalis untuk mengeksplorasi keindahan budaya dan laut.

General Manager El John Pageants, Bagas S Siregar mengatakan, konsep ini menjadi bagian krusial dalam proses penilaian para finalis. Wet performance merupakan tahap prejudging yang memiliki bobot penilaian hingga 50 persen.

Dalam sesi ini, seluruh finalis diwajibkan menampilkan kemampuan mereka dibawah air dengan mengkombinasikan teknik, koreografi serta ekspresi artistik.

“Para finalis akan menunjukkan skill mereka underwater, bukan sekadar hobi, tetapi teknik yang benar-benar harus dikuasai,” ujar Bagas, dalam keterangan resminya, Jum'at, 24 April 2026.

Dalam pelaksanaannya, para finalis melakukan penampilan di bawah air selama maksimal lima menit dengan menggunakan kostum ekor (tail). Para finalis juga wajib memiliki sertifikasi kemampuan underwater, serta memiliki kondisi kesehatan yang prima.

“Penilaian itu bukan hanya teknik saja,tapi juga bagaimana merekamemadukan gerakan dengan musik, kostum, dan persona mereka. Semua itu akan digabungkan dalam satu kesatuan penilaian,” katanya.

Ia menambahkan, konsep ini menjadi sesuatu yang baru di Indonesia karena mengintegrasikan olahraga mermaiding dengan dunia pageantry dengan melibatkan tim profesional, termasuk juri dan tim keamanan. “Mermaid & Merman Indonesia ini melibatkan kekuatan fisik, kesehatan, dan profesionalitas, bahkan sudah menjadi industri yang menciptakan peluang ekonomi,” ucapnya.

Beberapa sektor yang terdampak seperti pengrajin kostum, pembuat ekor(tail), makeup artist, hingga penyedia perlengkapan profesional seperti fins dan monofins.

Melalui agenda wet performance ini, Bagas berharap ajang bergengsi Mermaid & Merman Indonesia 2026 dapat menjadi inspirasi sekaligus membuka wawasan masyarakat tentang potensi besar laut Indonesia. “Harapannya ini bisa menjadi gaung besar bahwa Indonesia kaya akan keindahan laut dan juga tanggung jawab untuk menjaganya,” ujar Bagas.

Kolaborasi dengan Momentum Hari Bumi

Agenda wet performance yang akan digelar di Hotel Borobudur Jakarta, bertepatan dengan peringatan Hari Bumi yang jatuh pada 22 April. Momentum ini dimanfaatkan sebagai bentuk kampanye lingkungan yang menjadi bagian dari ajang Mermaid & Merman Indonesia 2026.

“Kita menggabungkan tema besar ini dengan peringatan Hari Bumi. Jadi bukan hanya menampilkan keindahan underwater, tapi juga menyuarakan pentingnya menjaga lingkungan dan laut,” katanya.

Bagas berharap, ajang ini diharapkan mampu menjadi wadah edukasi tentang pentingnya pelestarian bumi, khususnya ekosistem laut yang menjadi bagian besar dari kehidupan manusia. “Ini adalah bentuk tanggung jawab kita bersama untuk menjaga laut dan bumi. Kami ingin para

finalis juga membawa pesan itu dalam setiap penampilan mereka,” ucapnya.

Terintegrasi dengan Program “Discover The Natural Treasures: Ternate & Tidore”

Hotel Borobudur Jakarta menghadirkan program tematik bertajuk “Discover The Natural Treasures: Ternate & Tidore” yang berlangsung pada 20 April hingga 31 Mei 2026. Inisiatif ini digelar dalam rangka memperingati Hari Bumi dan perayaan Hari Waisak, dengan mengusung tema harmoni antara manusia, alam, dan budaya.

Program ini mengangkat kekayaan sejarah dan budaya rempah Indonesia, khususnya dari wilayah Ternate dan Tidore yang dikenal sebagai bagian penting dalam jalur rempah dunia. Kedua wilayah ini memiliki peran historis sebagai penghasil komoditas unggulan seperti cengkeh dan pala.

Selain itu, program ini juga menyoroti warisan budaya Indonesia melalui Candi Borobudur sebagai pusat spiritual umat Buddha yang mendunia. Kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi sejumlah pihak, di antaranya APEKSI, Pemerintah

Kota Ternate, Pemerintah Kota Tidore, Yayasan Negeri Rempah, InJourney, Yayasan Ehipassiko, serta Yayasan El John Indonesia.

Peresmian program dijadwalkan pada 22 April 2026 di Flores A Ballroom, Hotel Borobudur Jakarta. Acara pembukaan akan dimeriahkan dengan pameran, peragaan busana, pertunjukan tari dan musik, serta berbagai atraksi budaya khas Ternate dan Tidore. Selain itu, akan digelar talkshow bertema rempah dan budaya yang mengulas keterkaitannya dengan nilai historis dan spiritual Candi Borobudur, menghadirkan narasumber seperti Walikota Ternate, M. Tauhid Soleman, Wakil Walikota Tidore Ahmad Laiman serta tokoh budaya dan pemerhati rempah nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....