Ki Ageng Ganjur, Akan Tampil di Ajang International Folklore Festival 2026
- 24 Apr 2026 13:01 WIB
- Jakarta
RRI. CO. ID, Jakarta - Grup musik akulturasi religi asal Yogyakarta, Ki Ageng Ganjur, kembali menapaki panggung internasional melalui roadshow ke-8 mereka yang kali ini berlangsung di Uzbekistan. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tashkent dan akan digelar pada 27 April hingga 5 Mei 2026. Roadshow ini menjadi bagian dari upaya diplomasi budaya Indonesia untuk memperkenalkan kekayaan seni tradisi ke kancah global.
Dalam rangkaian kegiatannya, Ki Ageng Ganjur dijadwalkan tampil dalam dua agenda utama. Pertama, pada 29 April 2026 di Eternal City, Silk Road Complex, Samarkand, dalam acara promosi budaya Indonesia. Penampilan kedua akan berlangsung dalam ajang International Folklore Festival “Boysun Bukhori” di Distrik Boysun, wilayah Surkhandarya. Festival ini dikenal sebagai perhelatan budaya internasional yang diikuti lebih dari 200 komunitas folklor dari berbagai negara.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Uzbekistan, Ruhaini Dzuhayatin, menegaskan pentingnya partisipasi Indonesia dalam festival tersebut sebagai sarana memperkenalkan keragaman budaya Nusantara. “Ini merupakan momentum yang strategis untuk memperkenalkan khazanah budaya Nusantara pada masyarakat dunia. Kita memiliki ragam seni budaya etnik yang unik dan eksotik,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa pendekatan kreatif dan inovatif menjadi kunci agar budaya Indonesia mampu menarik perhatian dunia.
Pimpinan Ki Ageng Ganjur, Al-Zastrouw, menyampaikan bahwa roadshow ini bukan sekadar pertunjukan musik, melainkan juga misi kemanusiaan. “Roadshow ke Uzbekistan kali ini merupakan upaya merajut persaudaraan antar bangsa dan menyuarakan perdamaian melalui musik,” katanya. Dalam setiap penampilannya, Ganjur akan menghadirkan komposisi yang mencerminkan dialog lintas budaya, keberagaman, dan kesetaraan dengan memadukan instrumen tradisional seperti gamelan, suling, kendang, dan siter dengan sentuhan musik modern.
Selain membawakan karya-karya komposisi, Ki Ageng Ganjur juga akan menyuguhkan lagu-lagu internasional, daerah, hingga lagu khas Uzbekistan. Tak hanya itu, mereka juga akan melakukan ziarah budaya ke sejumlah situs bersejarah seperti makam Imam Bukhari di Samarkand serta mengunjungi museum dan pusat kebudayaan di berbagai kota. Rangkaian kegiatan ini menjadi simbol penguatan hubungan budaya antara Indonesia dan Uzbekistan melalui bahasa universal: musik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....