Iko Uwais Kenalkan Silat Melalui Layar Lebar

  • 23 Apr 2026 13:26 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Produser eksekutif, aktor, dan ahli bela diri, Iko Uwais, ingin memperkenalkan kekayaan budaya pencak silat Indonesia kepada khalayak yang lebih luas, melalui film laga terbarunya, Ikatan Darah. Dilansir dari antaranews.com pada Kamis, 23 April 2026, dalam konferensi pers dan pemutaran khusus film tersebut di XXI Epicentrum, Jakarta, Rabu lalu, Ia menegaskan bahwa film ini tidak sekadar menampilkan adegan laga. Film ini juga mengangkat tentang nilai budaya di balik seni bela diri tradisional Indonesia.

"Pencak silat itu sangat kaya. Setiap perguruan punya karakter berbeda. Bahkan dalam satu daerah saja bisa ada ratusan perguruan," ujar Iko, Rabu 22 April 2026.

Ia menilai pencak silat memiliki keunikan tersendiri dibandingkan bela diri lain, karena tiap aliran memiliki ciri gerakan yang khas, meski sama-sama berada dalam satu payung silat. Melalui rumah produksinya, Uwais Pictures, Iko menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan film aksi yang berakar pada budaya Indonesia.

Dalam proses produksi, Iko mempercayakan kursi sutradara kepada Sidharta Tata. Keputusan itu lahir dari kekagumannya terhadap keberanian Tata dalam menangani adegan laga di proyek sebelumnya.

"Saya lihat keberaniannya di series Pertaruhan. Dengan durasi syuting yang terbatas, adegan aksinya tetap kuat. Saya tertantang melihat bagaimana kalau ia menangani film layar lebar," ujar Iko.

Selain kekaguman itu, Iko menyebut kesamaan visi dan kecocokan dalam bekerja menjadi alasan utama dirinya mempercayakan proyek tersebut kepada Tata. Ia juga menekankan bahwa kekompakan seluruh pemain dan kru menjadi faktor penting yang membuat film ini dapat terwujud sesuai visi yang diinginkan.

Film Ikatan Darah turut menampilkan sejumlah aktor ternama. Seperti Livi Ciananta, Derby Romero, Dimas Anggara, dan Teuku Rifnu Wikana. Meski tidak semua pemain memiliki latar belakang bela diri, Iko menilai dedikasi mereka dalam proses latihan mampu menghasilkan koreografi silat yang sesuai dengan karakter masing-masing.

"Bukan soal siapa yang paling jago bela diri, tapi kemauan dan proses latihannya," kata dia.

Film ini mengisahkan Mega, mantan atlet pencak silat, yang kembali bertarung setelah kakaknya, Bilal, terseret kasus utang dan pembunuhan. Film aksi laga ini akan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 30 April 2026 mendatang.

(Kerin Driyana - Mahasiswa Universitas Nasional)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....