Diduga Remehkan Budaya Arap, Penyanyi Pop Sabrina Carpenter Kebanjiran Kritik

  • 17 Apr 2026 13:02 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Penyanyi pop Sabrina Carpenter tengah menghadapi gelombang kritik tajam setelah penampilannya di panggung Coachella pada Jumat malam, 10 April 2026. Pelantun lagu ‘Espresso’ ini dituding telah mengejek budaya Arab saat berinteraksi dengan salah satu penonton di tengah pertunjukannya. Insiden yang terekam dalam siaran langsung global tersebut kini viral dan memicu perdebatan panas di media sosial mengenai literasi budaya sang artis.

Kejadian bermula saat Sabrina sedang berada di depan piano dan seorang penggemar melakukan zaghrouta, yaitu pekikan perayaan tradisional yang umum digunakan di seluruh dunia Arab. Alih-alih menyambutnya, Sabrina justru salah mengidentifikasi suara tersebut sebagai yodeling (teknik menyanyi khas Eropa) dan secara terang-terangan mengatakan kepada penonton, "Aku tidak menyukainya."

Meskipun penggemar tersebut mencoba menjelaskan bahwa suara itu adalah bagian dari budayanya, Sabrina justru menggandakan sikap sinisnya di hadapan 100.000 penonton. Ia merespons dengan komentar yang dianggap merendahkan, "Itu budayamu, yodel? Apakah ini Burning Man? Apa yang terjadi? Ini aneh." Komentar ini langsung memicu kemarahan warganet yang menilai sang penyanyi tidak menghargai keberagaman budaya para penggemarnya.

Beberapa pendukung Sabrina berargumen bahwa sang penyanyi mungkin merasa bingung akibat lingkungan festival yang bising dan penggunaan in-ear monitor yang menghalangi pendengarannya secara jelas. Namun, pembelaan tersebut tidak membendung arus tuduhan ketidaktahuan budaya yang dialamatkan kepadanya. Hingga saat ini, pihak Sabrina Carpenter belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden yang mencoreng penampilannya di salah satu festival musik terbesar dunia tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....