Remaja di Panggung Teater: “Dipaksa Dewasa” sebagai Cermin Realitas Generasi Muda

  • 15 Apr 2026 21:59 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Pementasan teater berjudul Dipaksa Dewasa sukses digelar pada Minggu, 12 April 2026 di Gedung Kesenian Miss Tjitjih. Karya ini disutradarai sekaligus ditulis oleh Billy Yapananda Samudra, S.Ds., M.Pd., dan dibawakan oleh Connection Production Jr. Pementasan ini menjadi momen istimewa karena lahir dari inisiatif para anggota muda yang ingin kembali tampil bersama sebelum harus berpisah untuk melanjutkan perjalanan hidup masing-masing.

Para pemain yang terlibat antara lain Callista sebagai Kania, Ellen sebagai Ibu, Austin sebagai Rio, Reyben sebagai Ayah, Nathan sebagai Dimas, serta Chieryl sebagai Samantha. Mereka merupakan bagian dari angkatan “Lah, Kok Gitu?” (2025) yang dalam waktu dekat akan berpisah, sebagian di antaranya melanjutkan studi ke luar negeri. Pementasan ini pun menjadi ruang perpisahan yang hangat sekaligus penuh makna bagi mereka.

Billy mengatakan, " Naskah Dipaksa Dewasa sendiri memiliki perjalanan panjang. Ditulis pada tahun 2022 dalam rangka Lokakarya Penulisan Naskah Teater Anak & Remaja dari Dewan Kesenian Jakarta, karya ini telah beberapa kali dipentaskan di berbagai festival". (Foto : Billy)

Billy sebagai Penulis Sekaligus sebagai Sutradara menyampaikan paparan perihal tentang naskah Dipaksa Dewasa:

"Naskah Dipaksa Dewasa yang saya buat ini memiliki perjalanan panjang, waktu itu saya tulis pada tahun 2022 dalam rangka Lokakarya Penulisan Naskah Teater Anak & Remaja dari Dewan Kesenian Jakarta, karya ini telah beberapa kali dipentaskan di berbagai festival. Namun, pementasan kali ini menjadi spesial karena untuk pertama kalinya saya juga yang menyutradarai langsung karyanya. Naskah ini lahir dari kegelisahan akan ketimpangan relasi antara remaja dan orang dewasa yang kerap memandang remaja sebagai pihak yang belum memahami banyak hal".

Melibatkan sekitar 50 orang, sebagian besar dari kalangan pelajar dan mahasiswa, pementasan ini benar-benar menjadi karya “dari, oleh, dan untuk remaja”. Para partisipan berasal dari berbagai institusi pendidikan seperti SMAK 1 Penabur, SMK Santa Maria Juanda, UPH College, SMA Narada, Universitas Prasetiya Mulya, BINUS, hingga Universitas Bunda Mulia. Hal ini menunjukkan bahwa seni teater mampu menjadi ruang temu lintas latar belakang sekaligus wadah ekspresi bagi generasi muda.

Melalui dua sesi pementasan berdurasi 115 menit, karya ini menyampaikan pesan kuat bahwa kedewasaan tidak semata ditentukan oleh usia, melainkan oleh cara berpikir dan menghadapi persoalan hidup.

Ke depan, Connection Production diharapkan terus konsisten menjadi ruang kreatif bagi generasi muda. (Foto : Billy)

Ke depan, Connection Production diharapkan terus konsisten menjadi ruang kreatif bagi generasi muda. Selain Dipaksa Dewasa, mereka juga tengah mempersiapkan sejumlah pementasan lain, termasuk musikal Siddhattha: Dia yang Melawan Arus dalam rangka perayaan Waisak, serta proyek Cleopatra dan Noah the Musical. Sebuah langkah berkelanjutan untuk memastikan regenerasi seni teater tetap hidup dan berkembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....