Kongres IV Badan Perfilman Indonesia, Fauzan Zidni Terpilih Aklamasi

  • 13 Apr 2026 10:57 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Fauzan Zidni terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Badan Perfilman Indonesia (BPI) periode 2026–2030. Ia menggantikan Plt Ketua Umum, Celerina Judisari, dalam Kongres IV BPI yang digelar di Hotel Mercure Cikini pada 10–12 April 2026.

Dalam kesempatan itu, Fauzan menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh para pemangku kepentingan perfilman. Ia menegaskan komitmennya untuk menjalankan agenda bersama guna memajukan industri film nasional.

“Saya berterima kasih kepada stakeholder BPI yang telah memberi kepercayaan besar ini untuk menjalankan agenda bersama seluruh masyarakat film Indonesia,” ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu fokus utama ke depan adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia perfilman. Program yang disiapkan mencakup sinkronisasi kurikulum, magang, hingga pengiriman talenta muda ke sekolah film internasional.

“Agenda utama yang disiapkan adalah peningkatan SDM perfilman melalui sinkronisasi kurikulum, program magang-hub, dan pengiriman talenta muda ke sekolah film terbaik di luar negeri serta berbagai film lab internasional,” ucapnya.

Selain itu, BPI juga akan mendorong revisi regulasi bersama pemerintah untuk memperkuat ekosistem perfilman. Upaya ini mencakup penguatan kelembagaan, profesi, hingga kepastian hukum dan investasi di sektor film.

“Selain itu, BPI akan menyusun revisi UU Perfilman bersama Kementerian Kebudayaan untuk penguatan kelembagaan BPI, penguatan profesi perfilman, penguatan dukungan pemerintah terhadap perfilman, kepastian hukum dan kemudahan investasi, serta perlindungan kebebasan berekspresi,” kata Fauzan Zidni melanjutkan penjelasannya.

Fauzan menambahkan, BPI juga akan menjalankan program lain seperti gerakan anti pembajakan serta penyelenggaraan Festival Film Indonesia. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat daya saing industri film nasional.

Dalam kongres tersebut, turut terpilih anggota Dewan Pengawas BPI, yakni Fajar Nugros, Agustina Kusuma Dewi, Nasaruddin Saridz, Danu Murti, dan Judith Dipodiputro. Kongres ini juga membahas Rencana Induk Pengembangan BPI sebagai bagian dari strategi jangka panjang industri perfilman.

Rencana induk tersebut akan menjadi panduan pengembangan sektor film nasional hingga 2045. Fokusnya meliputi penguatan SDM, infrastruktur produksi, distribusi, promosi, serta regulasi yang mendukung industri yang inklusif dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....