Film Keluarga “Ayah” Siap Meramaikan Dunia Perfileman Tanah Air
- 07 Apr 2026 11:31 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID Jakarta – Industri perfilman tanah air bersiap menyambut kehadiran film keluarga yang emosional berjudul "Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya?". Melalui video wawancara yang dirilis oleh kanal DemiFilm TV, film ini ditegaskan bukan sekadar mengangkat isu miskomunikasi atau fenomena fatherless (kehilangan sosok ayah), melainkan sebuah refleksi mendalam tentang perjuangan seorang ayah yang sering kali tidak terlihat oleh anak dan istrinya. Disutradarai oleh Kun Agus, film ini dijadwalkan menyapa penonton mulai 9 April 2026.
Berdasarkan penuturan Dwi Sasono yang memerankan tokoh Ayah, karakter ini digambarkan sangat berbeda dari peran patriarki yang dominan pada umumnya. Sang Ayah di film ini adalah sosok yang "kehilangan suaranya" dan ruang fungsinya, namun tetap berjuang dalam diam demi kebahagiaan keluarga. Dwi mengungkapkan bahwa film ini adalah sebuah "cahaya" yang sangat perlu ditonton oleh keluarga Indonesia untuk membuka ruang diskusi antara orang tua dan anak mengenai harapan-harapan yang sering kali tidak bertemu.
Proses syuting film ini diakui sangat intens, terutama dalam membangun chemistry antar pemain. Mawar de Jongh (pemeran Mbak Dira) dan Raihanun (pemeran Ibu) mengungkapkan bahwa mereka sering berpegangan tangan dan saling menatap mata sebelum pengambilan gambar untuk menyatukan visi energi positif. Keterikatan emosional ini sangat penting karena film ini memiliki banyak adegan ensemble yang menuntut kedalaman rasa, di mana komunikasi batin antarpemain menjadi kunci keberhasilan akting mereka.
Sementara itu, Revaldo yang berperan sebagai Darin menceritakan tantangannya dalam memerankan karakter anak bungsu yang memiliki mekanisme pertahanan diri yang meledak-ledak atau rebel. Menurutnya, sangat mudah untuk memvalidasi perasaan Darin sebagai sesama anak bungsu, namun layer emosi yang kompleks membuat perannya menjadi sangat menantang. Ia pun memuji peran Raihanun sebagai "Ibu" yang sangat menjaga anak-anaknya baik di dalam maupun di luar set syuting.
Film ini merupakan hasil alih wahana dari karya Trian yang populer di platform digital. Sang penulis mengakui sempat merasa bingung bagaimana potongan-potongan narasi dalam bukunya bisa divisualisasikan, namun ia merasa sangat puas melihat transformasinya ke layar lebar. Produser film ini menambahkan bahwa ide awal film muncul setelah melihat tren di media sosial mengenai father hunger, yang kemudian dikembangkan bersama penulis skenario untuk memberikan suara bagi para ayah yang selama ini kurang terwakili di layar lebar.
Sebagai penutup, film ini diharapkan menjadi pengingat pentingnya komunikasi dan harmoni dalam keluarga tanpa adanya paksaan. Dengan dukungan dari Direktorat FMS Ditjen PPPK Kemenbud RI, film ini dipromosikan sebagai tontonan wajib yang mampu menyentuh sisi kemanusiaan terdalam. Melalui jajaran pemain yang kuat dan cerita yang nyesek namun penuh harapan, "Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya?" siap menjadi refleksi bagi setiap keluarga Indonesia tentang arti kehadiran dan kasih sayang yang tulus.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....