Mengenang Film 'Ramadhan dan Ramona' Peraih Lima Piala Citra

  • 07 Apr 2026 10:47 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID Jakarta – Perfilman tanah air kembali mengenang salah satu mahakarya legendaris, film Ramadhan dan Ramona, yang dibintangi oleh pasangan suami-istri ikonik, Jamal Mirdad dan Lydia Kandou. Berdasarkan poster rilis resminya, film yang diproduksi oleh PT Citra Wiwitan Film ini tidak hanya menjadi tontonan populer, tetapi juga sebuah karya yang diakui secara kualitas. Film ini secara resmi menyapa penonton luas pada tahun 1993, setahun setelah keberhasilan besarnya di ajang festival film paling bergengsi di Indonesia.

Keunggulan film ini terbukti dengan torehan prestisius sebagai pemenang 5 Piala Citra pada FFI '92. Melansir informasi dari poster tersebut, penghargaan yang diraih sangatlah komplet, mulai dari kategori Film Terbaik, Pemeran Utama Pria Terbaik, hingga Pemeran Utama Wanita Terbaik. Tidak berhenti di situ, tangan dingin Chaerul Umam sebagai Sutradara Terbaik serta kualitas naskah dalam kategori Skenario Terbaik turut mengukuhkan posisi film ini sebagai salah satu yang terbaik di masanya.

Secara garis besar, film ini mengisahkan perjalanan dua anak orang kaya yang tengah mencari jati diri di Jakarta. Ramona, diperankan oleh Lydia Kandou, adalah sosok wanita yang membenci sikap laki-laki dan memilih menyelami kehidupan rakyat kecil. Di sisi lain, Jamal Mirdad memerankan Ramadhan, seorang anak bangsawan asal Malaysia yang ingin mencari pengalaman hidup dengan bekerja sebagai pegawai biasa di ibu kota. Pertemuan kedua karakter yang sedang "menyamar" ini menjadi awal dari romansa yang unik dan jenaka.

Gaya penceritaan yang riang dan ringan membuat penonton dengan mudah masuk ke dalam latar belakang kedua tokoh utama. Hubungan mereka semakin kompleks saat identitas asli masing-masing terungkap. Ramona diceritakan sempat berusaha menolak kenyataan tersebut, sementara Ramadhan dengan gigih terus berupaya mengejar cintanya. Chemistry asli pasangan pasutri ini di layar lebar memberikan nyawa tersendiri bagi setiap adegan yang ditampilkan.

Di balik unsur hiburannya, sang sutradara dan penulis skenario juga menyelipkan pesan sosial yang tajam melalui tokoh Ramona. Film ini menyentuh isu-isu sensitif seperti nasib wanita hamil yang ditinggalkan pacarnya serta fenomena pindah-pindah kerja akibat perlakuan tidak adil di lingkungan kerja. Kritik sosial ini membuat Ramadhan dan Ramona memiliki kedalaman makna yang lebih dari sekadar film komedi romantis biasa.

Sebagai penutup, film ini tetap menyuguhkan akhir cerita yang bahagia, sesuai dengan pakem film hiburan keluarga yang digemari masyarakat. Selain kedua pemeran utama, kehadiran aktor watak seperti Deddy Mizwar, Sylvana Herman, dan Ami Priyono turut memperkuat jajaran cast dalam film ini. Perpaduan antara akting jempolan, pesan sosial, dan deretan penghargaan membuat film ini tetap layak dikenang hingga saat ini sebagai standar emas komedi situasi Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....