Urang Minang Mengabdi lewat Teknologi dan Literasi Digital
- 04 Apr 2026 00:21 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Aprizon, pria asal suku Minangkabau Bariang, kini menetap di Depok, Jawa Barat, dan dikenal sebagai sosok yang konsisten mengabdikan diri di bidang teknologi informasi. Lahir dari keluarga besar dengan tujuh bersaudara sebagai anak pertama, ia tumbuh dengan nilai tanggung jawab yang kuat dari sang ayah, almarhum Dali Mutiara, seorang wiraswasta. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi dalam perjalanan hidup dan kariernya.
Dengan latar belakang pendidikan Magister Komputer (S2 Teknologi Komputer) serta Sarjana Teknik Komputer (S1), Aprizon menapaki karier profesionalnya sejak awal tahun 2000-an. Ia pernah bekerja sebagai Supervisor IT Infrastructure di industri manufaktur sebelum akhirnya memilih fokus sebagai konsultan dan trainer IT sejak 2010. Baginya, teknologi bukan sekadar tren, melainkan alat untuk membantu individu dan organisasi berkembang secara nyata.

Suasana Ceria dan santai penuh makna di studio Pro 4 Jakarta, memaparkan perihal pentingnya melek teknologi digital di jaman sekarang yang di paparkan oleh Aprizon, orang minang yang menorehkan banyak penghargaan didunia digital (Foto : Dermawan Ismail)
Baca Juga : Menjaga Tradisi, Merias Masa Depan dengan Ketulusan
Berbagai prestasi pun berhasil diraihnya, di antaranya sebagai Microsoft Most Valuable Professional (MVP) selama beberapa tahun, serta Microsoft Certified Trainer (MCT) sejak 2010. Ia juga mengantongi beragam sertifikasi internasional di bidang cloud, keamanan, kecerdasan buatan, data, dan Microsoft 365.
Aprizon mengatakan, “Prestasi tersebut bukan sekadar penghargaan pribadisaya, namun amanah untuk terus berbagi ilmu,kepada yang lainnya.“Kalau kita berilmu, jangan simpan sendiri, bagikan agar jadi manfaat.” ujarnya disaat acara wawancara langsung di studio Pro 4 Jakarta, Jalan Medan Merdeka Barat 4-5 Jakarta Pusat, dalam Acara Apresiasi Budaya Minangkabau Di RRi Pro 4 Jakarta, Rabu, 1 April 2026.
| Baca juga: Hoppers, Petualangan Seru Dunia Hewan 2026 |
Di luar profesinya, Aprizon aktif dalam komunitas teknologi selama lebih dari 15 tahun. Ia terlibat sebagai mentor, pembicara, dan advisor dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang IT, serta turut menyusun strategi digital, cloud, keamanan, dan AI di berbagai organisasi. Dedikasinya menunjukkan bahwa peran teknologi tidak hanya terbatas pada sistem, tetapi juga pada penguatan kapasitas manusia.
Menanggapi maraknya hoaks di era digital, Aprizon menekankan pentingnya literasi masyarakat dalam menyaring informasi. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak mudah percaya, selalu memeriksa sumber, dan tidak terburu-buru menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Ia juga berpesan kepada generasi muda, khususnya anak muda Minang dan Indonesia, untuk terus belajar teknologi tanpa melupakan nilai budaya. “Karena sehebat apa pun teknologi, manusianya tetap yang utama,” tutupnya.
Baca Juga : Semangat Pemuda dalam Aksi Sosial dan Kepedulian Umat
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....