Rekomendasi Film Sedih dari Korea yang Wajib Ditonton

  • 31 Mar 2026 14:42 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Industri perfilman Korea seringkali menghadirkan film yang menyayat hati para penonton. Karakter kuat didukung dengan sinematografi yang memukau meninggalkan kesan mendalam bagi penikmatnya.

Tak jarang, cerita yang diangkat berdasarkan dari kisah nyata yang mampu memicu refleksi mendalam tentang kehidupan, percintaan, pengorbanan, dan kehilangan. Berikut rekomendasi film sedih Korea yang wajib ditonton.

Hope 2013 (Foto: IMDb)

Hope (2013)

Film Hope diangkat berdasarkan kisah nyata, dirilis pada tahun 2013 dan berhasil meraih penghargaan bergengsi. Menceritakan tentang So-won, gadis kecil yang menjadi korban pelecehan seksual dan kekerasan fisik oleh pria tak dikenal.

Kejadian tersebut meninggalkan trauma hebat yang membuatnya takut bertemu dengan laki-laki, termasuk ayahnya sendiri, selain itu ia juga mengalami luka fisik yang parah. Demi berinteraksi dengan putri kecilnya, sang ayah berjuang dengan segala cara termasuk menggunakan kostum karakter kesukaan sang anak.

Miracle in Cell No. 7 (Foto: Viu)

Miracle in Cell No. 7

Film ini berhasil dinobatkan sebagai film paling sedih sepanjang masa, Miracle in Cell No. 7 sarat akan pesan moral keluarga. Lee Yong-gu, seorang ayah tunggal dengan keterbelakangan mental yang hidup bersama putri kecilnya, Ye-sung.

Suatu hari, Lee Yong-gu yang semula ingin membantu seorang anak perempuan lain, namun justru ia dituduh sebagai pelaku pembunuhan dan pelecehan, hingga dipenjara. Di sel nomor 7, ia bertemu teman-teman baik yang membantunya agar tetap dapat bertemu dengan putrinya. Keadaan justru memburuk ketika Lee Yong-gu di vonis hukuman mati.

My Annoying Brother (Foto: Viki)

My Annoying Brother

Cedera yang dialaminya ketika berlaga di sebuah kejuaraan membuat Doo-young seorang atlet judo harus mengalami kebutaan permanen. Sementara Doo-shik, kakak laki-lakinya yang juga seorang mantan narapidana keluar penjara lebih awal dengan pembebasan bersyarat untuk merawat sang adik.

Setelah keluar dari penjara, Doo-shik justru tidak memperdulikan Doo-young, sikapnya berubah ketika suatu hari ia didiagnosis kanker. Ia pun memanfaatkan sisa hidupnya untuk menebus kesalahan dan merawat sang adik.

Even If This Love Disappears Tonight (Foto: Netflix)

Even If This Love Disappears Tonight

Film Even If This Love Disappears Tonight merupakan adaptasi dari novel karya Misaki Ichijo. Sang sutradara membuat versi Korea ini berbeda dengan versi aslinya, ia memberikan nuansa lebih cerah untuk menggambarkan bahwa di tengah kesedihan, selalu ada kehangatan yang tersisa dari perasaan.

Kecelakaan yang menimpah Han Seo-yoon membuat gadis itu menderita amnesia anterograde yakni kondisi langka yang membuat ingatan terhapus setiap kali ia tertidur. Oleh karena itu setiap momen ia tuangkan dalam jurnal dan catatan buku, ponsel, serta komputer agar Han Seo-yoon bisa kembali “mengenal” dirinya.

Di tengah kebingungan Han Seo-Yoon menghadapi dunianya yang terus berulang, hadir sosok Kim Jae-won yang berperan sebagai “penjaga memori” bagi Han Seo-yoon. Kim Jae-won dengan telaten menyusun catatan harian dan menciptakan momen manis bersama Han Seo-yoon. Interaksi manis keduanya membuktikan bahwa perasaan dapat melampaui batas memori, karena hati tetap mampu merekam jejak rasa.

Hello Ghost (Foto: TvN)

Hello Ghost

Hello Ghost merupakan drama komedi horor ringan, menceritakan Sang-man yang gagal melakukan percobaan bunuh diri. Setelahnya justru ia dihantui arwah keluarga yang meminta tolong agar arwah mereka tenang. Petualangan lucu dan mengharukan ini ungkap luka batin Sang-man sendiri.

Kelima film tersebut tidak hanya membuat menangis, tetapi juga mengajak kita untuk merenungkan kembali pesan moral yang disampaikan.

(Susanti Ramadhan – Mahasiswa Universitas Ibnu Chaldun Jakarta)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....