Cinta Beda Keyakinan dalam Nada Lebaran
- 28 Mar 2026 22:28 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, grup musik Wijaya 80 berkolaborasi dengan penyanyi dan penulis lagu Sal Priadi merilis karya terbaru berjudul Bulan Bintang, Garis Menyilang. Lagu ini hadir bukan sekadar sebagai hiburan, tetapi juga sebagai refleksi mendalam tentang cinta, perbedaan, dan keberanian dalam menghadapi realitas sosial yang kompleks.
Dibalut dengan nuansa pop klasik khas Indonesia, lagu ini memadukan karakter musikal Ardhito Pramono bersama rekan-rekannya dalam Wijaya 80 dengan kekuatan lirik puitik kontemporer ala Sal Priadi. Hasilnya adalah karya yang terasa intim sekaligus menggugah, menyentuh sisi emosional pendengar sejak awal hingga akhir.
Lagu ini terinspirasi dari kisah nyata yang dialami salah satu personel, menjadikannya terasa jujur dan relevan. Erikson Jayanto, yang juga bertindak sebagai produser, mengungkapkan bahwa karya ini menjadi salah satu yang paling menyentuh secara personal. Bahkan, Sal Priadi disebut sangat tersentuh hingga mendorong agar lagu ini diwujudkan sebagai proyek kolaborasi.
Tema yang diangkat bukanlah hal baru, namun tetap aktual: cinta lintas keyakinan. Ardhito Pramono menilai bahwa persoalan ini seakan terus berulang dari masa ke masa tanpa benar-benar menemukan titik terang. Lagu ini hadir sebagai ruang refleksi, bukan untuk menghakimi, melainkan untuk memahami.
Sementara itu, Hezky Joe yang juga mengalami langsung latar cerita lagu ini, melihat karya tersebut sebagai medium untuk mempertanyakan batasan-batasan yang selama ini dianggap mutlak. Lirik-liriknya mengandung pertanyaan eksistensial yang menyentuh sisi spiritual dan kemanusiaan secara bersamaan.
Pemilihan momen perilisan menjelang Lebaran pun bukan tanpa alasan. Hari raya dikenal sebagai waktu berkumpul bersama keluarga, yang seringkali menjadi titik krusial bagi pasangan dengan latar belakang berbeda. Lagu ini diharapkan menjadi teman bagi mereka yang menjalani dinamika tersebut—menguatkan, sekaligus memberi ruang penerimaan.
Lebih jauh, Sal Priadi mengungkapkan bahwa lagu ini awalnya dirancang untuk momen lain, namun dirasa lebih relevan dirilis saat Idulfitri. Ia berharap karya ini dapat menjadi jembatan rasa, bahwa cinta dan kasih sayang seharusnya mampu melampaui sekat-sekat perbedaan yang ada.
Dengan dirilisnya lagu ini di berbagai platform digital, kolaborasi antara Wijaya 80 dan Sal Priadi tidak hanya menghadirkan karya musikal berkualitas, tetapi juga membuka percakapan penting di tengah masyarakat. Sebuah pengingat bahwa dalam keberagaman, selalu ada ruang untuk saling memahami—dan mungkin, saling menerima.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....