Kolaborasi Emosional Lintas Negara Hadir

  • 27 Mar 2026 21:46 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Kolaborasi lintas negara kembali mewarnai industri musik global melalui single terbaru “better without me.” yang mempertemukan will hyde dan Stephanie Poetri. Lagu ini resmi dirilis pada 6 Maret 2026 di bawah label Ostereo, menandai pertemuan dua karakter musikal yang kuat dalam satu karya penuh emosi.

Diproduseri oleh Flawed Mangoes, “better without me.” menghadirkan perpaduan indie-pop dengan sentuhan alt-pop modern. Aransemen gitar yang lembut dan atmosfer yang ringan menciptakan ruang intim bagi kedua penyanyi untuk menyampaikan emosi secara jujur dan mendalam.

Secara musikal, lagu ini dibuka dengan petikan gitar elektrik yang halus, disusul vokal lembut Stephanie Poetri yang langsung membangun suasana. Will Hyde kemudian masuk dengan nuansa vokal yang penuh kerinduan, sebelum keduanya berpadu dalam chorus yang hangat dan emosional. Struktur ini menghadirkan dinamika yang terasa mengalir dan menyatu.

Tema yang diangkat dalam lagu ini cukup unik dan relevan: perpisahan yang dilandasi kesadaran diri dan kebaikan. Lagu ini menggambarkan bahwa mencintai seseorang tidak selalu berarti bertahan, tetapi terkadang justru berarti melepaskan demi kebaikan bersama.

Will Hyde mengungkapkan bahwa lagu ini berangkat dari perasaan menjadi beban dalam sebuah hubungan. Ia menekankan bahwa cinta yang sehat membutuhkan keberanian untuk jujur, bahkan jika itu berarti harus berpisah. Perspektif ini memberikan kedalaman emosional yang jarang diangkat secara lugas dalam lagu-lagu populer.

Di sisi lain, Stephanie Poetri mengaku langsung merasa terhubung dengan lagu ini sejak pertama kali mendengar demonya. Proses kolaborasi yang berjalan natural membuat kontribusinya terasa menyatu, memperkaya dimensi emosional dalam lagu.

Melalui “better without me.”, kedua musisi ini berhasil menghadirkan karya yang tidak hanya relevan secara musikal, tetapi juga kuat secara emosional. Lagu ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas budaya mampu melahirkan karya universal—menggambarkan bahwa dalam cinta, terkadang keputusan paling sulit justru menjadi bentuk kasih yang paling tulus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....