Wijaya 80 dan Sal Priadi Angkat Kisah Cinta Beda Keyakinan Lewat Lagu Baru

  • 26 Mar 2026 21:04 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Grup musik Wijaya 80 berkolaborasi dengan penyanyi sekaligus penulis lagu Sal Priadi dalam merilis nomor terbaru berjudul “Bulan Bintang, Garis Menyilang”. Lagu ini mengangkat tema cinta kasih yang terinspirasi dari kisah nyata tentang hubungan lintas keyakinan dan keberanian untuk tetap bertahan di tengah perbedaan.

Lagu yang ditulis bersama oleh para personel Wijaya 80 Ardhito Pramono, Erikson Jayanto, dan Hezky Joe bersama Sal Priadi ini dibuka dengan alunan musik yang sarat nuansa spiritual. Lirik pembukanya langsung mencuri perhatian lewat kalimat kontras yang kuat “Kalung salib kecil itu / tak perlu kau tutupi / ketika kau bertemu keluargaku.”

Premis lagu ini diangkat dari pengalaman pribadi salah satu personel Wijaya 80. Menurut Erikson Jayanto, yang juga bertindak sebagai produser, lagu ini menjadi salah satu karya paling emosional dalam proses kreatif mereka, khususnya bagi Sal Priadi. “Sal sangat tersentuh sama lagu ini. Dia sangat ngejar lagu ini untuk dijadikan proyek kolaborasi kita. Entah kenapa, untuk lagu satu ini, Sal tidak mau melewatkannya dan kami sepakat,” ujar Erikson.

Bagi Ardhito Pramono, lagu “Bulan Bintang, Garis Menyilang” bukan sekadar menceritakan sisi tragis cinta berbeda keyakinan, tetapi juga menjadi refleksi atas persoalan yang terus berulang dari masa ke masa. Ia mengungkapkan bahwa tema ini kerap hadir dalam kehidupan banyak orang, namun sering kali tidak menemukan jawaban yang tuntas.

“Dari masa ke masa, kayaknya kita dari dulu selalu bertemu dengan persoalan ini. Lucunya, kita semua nggak bisa ngapa-ngapain selain menerima,” ungkap Ardhito. Kolaborasi ini memadukan warna musik khas Wijaya 80 yang kental dengan nuansa pop klasik Indonesia dengan gaya lirik puitik dan kontemporer milik Sal Priadi. Hasilnya adalah sebuah karya yang tidak hanya menyentuh secara emosional, tetapi juga mengajak pendengar untuk merenungkan batas-batas yang sering memisahkan manusia.

Hezky Joe, yang juga mengalami langsung kisah di balik lagu ini, menyebut bahwa karya tersebut menjadi ruang untuk mempertanyakan makna perbedaan itu sendiri. Hal ini tercermin dalam lirik yang sarat pertanyaan eksistensial: “Tuhan / apakah mungkin masih Engkau terima? / dua insan yang keyakinannya beda / juga mungkin pintu masuknya tak sama.”

“Pertanyaannya jadi, kenapa ya manusia harus terbentur aturan-aturan seperti ini? Padahal kalau dilihat ke belakang, perkara cinta beda agama ini nggak melulu jadi persoalan,” tutur Hezky. Melalui “Bulan Bintang, Garis Menyilang”, Wijaya 80 dan Sal Priadi tidak hanya menghadirkan lagu tentang cinta, tetapi juga membuka ruang dialog tentang perbedaan, penerimaan, dan harapan bahwa cinta, pada akhirnya, selalu mencari jalannya untuk bertemu.



Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....