Chandra, 7 Tahun Menyelam Bersama Hiu di SeaWorld

  • 07 Mar 2026 17:25 WIB
  •  Jakarta

RRI. CO. ID, Jakarta - Menjadi seorang penyelam di Sea World Ancol bukan sekadar pekerjaan bagi Chandra (35). Pria yang telah menggeluti profesi ini selama hampir 7 tahun ini mengaku awalnya tertarik karena hobinya menyelam sejak SMA.

"Awalnya saya senang sama penyelaman. Jadi hitung-hitung bekerja sambil bermainlah. Kebetulan di Ancol lagi buka lowongan untuk diver (penyelam), ya saya masuk," ujar Chandra saat ditemui di Sea World Ancol, Sabtu, 7 Maret 2026.

Chandra menjelaskan bahwa untuk menjadi penyelam di Sea World, seseorang harus memiliki sertifikasi selam minimal tingkat A1.

"Prosesnya karena penyelam di sini hampir mayoritas suka menyelam, jadi sebelum masuk sini memang sudah bikin sertifikasi dulu. Kita latihan, ada instrukturnya," jelasnya.

Menyelam di akuarium raksasa seperti Sea World memiliki tantangan tersendiri dibandingkan di laut lepas. Menurut Chandra, salah satu tantangan terbesar di awal adalah mengatasi rasa takut karena ikan-ikan predator seperti hiu justru mendekat, berbeda dengan di laut yang cenderung menjauh.

"Kalau di sini, ikan yang mendekat. Secara tidak langsung kita punya ketakutan bertambah, apalagi ada ikan-ikan hiu, ikan yang terbilang ganaslah. Di sini kan ada blacktip (hiu sirip hitam). Jadi kita harus menyesuaikan itu dulu pertama," ungkapnya.

Selain itu, tingkat salinitas atau kadar garam di akuarium lebih tinggi dibandingkan di laut karena tidak adanya sirkulasi air yang luas, sehingga membuat daya apung (buoyancy) lebih tinggi dan penyelam lebih sulit tenggelam.

Untuk mengatasinya, penyelam harus menggunakan pemberat (weight belt) yang lebih banyak.Meski berhadapan dengan satwa liar, Chandra mengaku belum pernah mengalami insiden serius seperti gigitan ikan yang berbahaya.

Sea World sangat mengutamakan keselamatan penyelam dengan mewajibkan penggunaan chainmail atau baju rantai besi berbahan stainless steel saat menyelam di kolam hiu.

"Baju ini bahannya dari stainless steel. Kita menyelam di situ tidak terlalu berisiko untuk tubuh kita karena ada alat ini," terangnya sambil menunjukkan baju pelindung tersebut.

Bagi Chandra, duka dalam pekerjaannya hampir tidak ada karena ia menjalaninya dengan rasa senang. Tantangan terbesarnya hanyalah penyesuaian suhu dan adaptasi dengan lingkungan air yang kini menjadi 'kantor' sehari-harinya.

"Dukanya sih untuk saat ini enggak ada ya, apalagi kita masuk sini karena senang. Jadi ibarat kata udah nyatulah," tutup Chandra

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....