SMI 2026 Bangkitkan Samosir lewat Tema Rising from Disaster

  • 03 Mar 2026 07:22 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Samosir Music International atau SMI akan kembali digelar pada Kamis hingga Sabtu, 2–4 Juli 2026 di kawasan Danau Toba, Sumatra Utara. Festival bertaraf internasional ini memasuki tahun kedelapan dengan mengusung tema “Rising from Disaster” sebagai simbol kebangkitan masyarakat pascabencana di Pulau Sumatera.

Founder Samosir Music International, Henry Manik, mengatakan tema tersebut lahir dari situasi nyata yang dihadapi masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Ia menegaskan festival ini ingin menyampaikan pesan bahwa kebangkitan hanya bisa dicapai melalui kebersamaan.

“Pelaksanaan kedelapan ini agak berbeda dari pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya. Ada pesan lebih kuat kali ini, kekuatan untuk terus karena kebersamaan pada tema ‘Rising from Disaster’ adalah pesan bahwa kita tidak boleh menyerah pada keadaan. Kita bangkit, bukan sendiri-sendiri, tapi bersama,” ujar Henry dalam siaran resmi, Senin, 2 Maret 2026.

Henry menjelaskan selama tujuh kali pelaksanaan, Samosir Music International konsisten menjaga kualitas artistik dan manajemen penyelenggaraan. Konsistensi tersebut mengantarkan festival ini lolos seleksi Kharisma Event Nusantara atau KEN yang digagas oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggaraan Kegiatan Kementerian Pariwisata, Vinsensius Jemadu, menyampaikan Samosir Music International terpilih melalui proses kurasi ketat dari lebih dari 500 kegiatan di 38 provinsi. Ia mengatakan penilaian dilakukan secara independen dengan indikator komprehensif mulai dari konsep, tata kelola, hingga dampak ekonomi dan sosial.

“Masuknya Samosir Music International dalam 125 Kharisma Event Nusantara menjadi bukti bahwa tradisi lokal mampu naik kelas menjadi panggung internasional,” kata Vinsensius.

Pada tahun 2025, penyelenggara tidak menggelar festival dan memilih memperkuat fondasi kelembagaan dengan mendirikan Yayasan Lestari Budaya Sumatra atau YLBS di Jakarta. Ketua yayasan tersebut, Glenn Biondi Hutajulu, menyatakan langkah ini diambil untuk memastikan keberlanjutan gerakan budaya yang berdampak bagi masyarakat.

“Kami ini anak-anak Batak yang merantau, belajar, bekerja di berbagai bidang. Tapi hati kami tetap di kampung halaman. Kami ingin dunia datang ke Samosir, melihat keindahannya, dan percaya bahwa dari sini pun bisa lahir karya besar,” ucap Glenn.

SMI 2026 akan menghadirkan konser kolaboratif musisi dari Eropa, nasional, dan daerah serta rangkaian kegiatan sosial seperti operasi katarak gratis. Penyelenggara juga menyiapkan lokakarya kreatif, festival kuliner khas Sumatra, dan kegiatan lari lima kilometer atau 5K, 10K, serta 21K yang melintasi panorama Pulau Samosir.

Penyelenggara menargetkan festival ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga penggerak ekonomi lokal dan promosi pariwisata Danau Toba. Informasi mengenai daftar pengisi acara dan penjualan tiket akan diumumkan melalui kanal resmi Samosir Music International dalam waktu dekat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....