Raisa Peluk Duka Jadi Cinta
- 27 Feb 2026 03:06 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Penyanyi dan penulis lagu Raisa kembali menghadirkan karya paling personal dalam perjalanan kariernya lewat single “Kuharap Duka Ini Selamanya”. Dirilis pada 13 Februari 2026 di bawah naungan JUNI Records, lagu ini lahir dari ruang sunyi setelah ia kehilangan sang ibu tercinta.
Alih-alih menjadikan duka sebagai sesuatu yang harus diselesaikan dan ditinggalkan, Raisa memilih memeluknya. Ia menyadari bahwa kesedihan bukan sekadar rasa kehilangan, melainkan ruang tempat cinta tetap hidup. Dari kesadaran itulah lagu ini tercipta—sebuah refleksi bahwa rindu dan kenangan tidak pernah benar-benar pergi.
Dalam liriknya, Raisa menuliskan kalimat yang terdengar paradoks: berharap duka itu selamanya. Namun maknanya justru mendalam. Duka menjadi bukti pernah mencintai dengan sepenuh hati. Selama rasa itu masih ada, selama rindu masih terasa, maka cinta pun tetap hidup di dalam diri.
Proses kreatif lagu ini digarap dengan pendekatan intim dan jujur. Raisa bekerja sama dengan Gerald Situmorang sebagai produser, menghadirkan aransemen yang lembut dan kontemplatif. Sementara sentuhan vokal diarahkan oleh Barsena Bestandhi, yang membantu menjaga emosi tetap utuh dalam setiap baitnya.
Nuansa musik yang minimalis memberi ruang luas bagi karakter vokal Raisa yang hangat dan emosional. Setiap lirik terasa seperti bisikan hati, mengajak pendengar untuk tidak memusuhi kesedihan, melainkan menerimanya sebagai bagian dari perjalanan hidup. Lagu ini bukan tentang move on, melainkan tentang berjalan ke depan sambil membawa cinta yang pernah ada.
Momentum perilisannya di bulan Ramadan menambah kedalaman makna. Di saat kebersamaan terasa lebih hangat dan kehilangan terasa lebih nyata, “Kuharap Duka Ini Selamanya” hadir sebagai teman bagi mereka yang merindukan orang tua, sahabat, atau sosok terkasih yang telah lebih dahulu pergi.
Melalui karya ini, Raisa menunjukkan kedewasaan artistik yang semakin matang. Ia membuktikan bahwa musik tidak hanya menjadi medium hiburan, tetapi juga ruang penyembuhan. “Kuharap Duka Ini Selamanya” menjadi pengingat bahwa luka yang kita rasakan sering kali adalah jejak cinta yang tak pernah padam—dan mungkin, di situlah makna terdalam dari sebuah kehilangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....