Merajut Kolaborasi, Membangun Ekosistem Teater
- 18 Feb 2026 22:50 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Connection Production tumbuh sebagai komunitas seni yang lahir secara organik sejak awal tahun 2000-an. Tidak ada tanggal resmi yang menandai hari berdirinya, sebab pergerakannya berkembang bertahap dari ruang-ruang latihan dan proses belajar.
Berawal dari kelas-kelas teater yang digelar di berbagai sekolah, kampus, gereja, dan institusi, komunitas ini perlahan menjelma menjadi wadah kreatif yang menyatukan banyak talenta seni.
Pendiri Connection Production, Venantius Vladimir Ivan, atau yang akrab disapa Kak Ivan, dikenal sebagai sutradara dan pelatih teater yang konsisten membina generasi muda. Dari murid-murid yang ia ajar, lahirlah aktor, pengajar teater, penyanyi, musisi, penata artistik, hingga penata cahaya.
“Connection Production dibuat untuk menghubungkan satu pihak dengan pihak lainnya, agar setiap keunggulan bisa saling melengkapi demi tujuan bersama,” ujar Rangga Pranendra Salah Satu pengurus Inti Connection Production saat wawancara melalui sambungan telp, dalam acara Obrolan Komunitas di RRI Pro 4 Fm Jakarta, Senin 16 Februari 2026 .
Hingga kini, basis kegiatan mereka banyak berlangsung di Jakarta Barat, Jakarta Pusat, dan Tangerang, meski belum memiliki markas tetap.
Sebagai badan produksi seni peran, Connection Production tidak hanya bergerak ke dalam sebagai ruang aktualisasi diri, tetapi juga ke luar dengan menyediakan jasa penyelenggaraan pementasan bagi klien.
Jumlah anggotanya pun bersifat dinamis, terdiri dari murid, mahasiswa, dan tenaga pengajar dari berbagai institusi. Dalam setiap produksi, mereka melibatkan tim internal sekaligus membuka kesempatan bagi pihak luar melalui open recruitment sesuai kebutuhan.
Proses kreatif biasanya diawali dari gagasan team maupun anggota lainnya, lalu dimatangkan melalui diskusi dan perencanaan teknis yang rinci. Pertemuan rutin digelar setiap pekan dan semakin intens menjelang hari pementasan.
Berbagai karya mereka telah dipentaskan di gedung-gedung kesenian ternama seperti Gedung Kesenian Jakarta, Gedung Kesenian Miss Tjitjih, dan Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail, serta sejumlah auditorium sekolah dan universitas.
Di balik setiap produksi, tentu ada suka dan duka. Tantangan teknis, kedisiplinan waktu, hingga koordinasi antarsektor menjadi bagian dari proses pendewasaan bersama. Namun bagi mereka, setiap hambatan adalah pelajaran berharga.
“Semua proses, baik suka maupun duka, membentuk kami menjadi pribadi dan tim yang lebih matang,” ungkap Rangga . Ke depan, Connection Production berharap dapat terus melebarkan sayap, merangkul lebih banyak kalangan, serta membangun ekosistem seni peran yang sehat dan inspiratif bagi masyarakat luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....