Kilau kenangan-Radio Tetap Hangat di Era AI
- 16 Feb 2026 07:57 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Bagaimana peran radio di kehidupan masyarakat dari masa kemasa?. Peringatan Hari Radio Sedunia 13 Februari 2026 menjadi momentum refleksi bagi insan penyiaran di seluruh dunia. UNESCO sejak 2011 menetapkan World Radio Day sebagai pengakuan atas peran penting radio dalam membangun peradaban, memperkuat informasi publik, serta menjaga ruang dialog yang inklusif.
Tahun ini, tema yang diangkat adalah “Radio dan Kecerdasan Buatan (AI)” dengan pesan utama bahwa AI adalah alat, bukan suara. Pesan tersebut menegaskan bahwa di tengah kemajuan teknologi yang begitu pesat, sentuhan manusia tetap menjadi jiwa dari setiap siaran radio.
Program “Kilau Kenangan” yang dipandu Amelia Adriati pada Minggu malam, 15 Februari 2026,yang disiarkan di channel DAB plus, RRI digital, dan 91.2 FM RRI PRO1 Jakarta, menjadi salah satu wujud nyata bagaimana radio tetap relevan. Mengudara selama tiga jam penuh, program ini menghadirkan lagu-lagu era 60, 70, 80 hingga 90-an, sekaligus membuka ruang interaksi hangat bersama pendengar dari berbagai kota.
Partisipasi aktif pendengar melalui pesan singkat dan permintaan lagu menunjukkan bahwa radio bukan sekadar medium audio, melainkan sahabat yang menemani perjalanan, lembur malam, hingga momen refleksi pribadi. Dari Lampung, Cibinong, Buncit, hingga Manado, suara kebersamaan itu terasa nyata.
Salah satu pendengar kilau kenangan, memberikan omentar tentang Makna radio melalui pesan whatsapp yaitu Bapak Nugraha di Kalibata, radio baginya sebagai penyelamat. Ada momen ketika pak Nugraha sedang merasa jatuh banget karena bisnisnya bangkrut, tidak ada teman yang peduli saat itu, saat nyetir sambil dengerin radio, tiba-tiba suara penyiar menyapa, “Selamat malam…” dan suasana terasa lebih hangat. Suara itu membuat pak Nugraha sadar bahwa ternyata dia tidak sendirian.
Selain menghibur, kilau kenangan juga menghadirkan kilas balik sejarah musik dunia serta mengangkat momentum global seperti International Childhood Cancer Day. Radio tidak hanya memutar lagu, tetapi juga menyampaikan pesan empati dan solidaritas.
Hari Radio Sedunia 2026 menjadi pengingat bahwa teknologi boleh berkembang, namun suara manusia tetap tak tergantikan. Selama masih ada cerita yang ingin dibagikan dan lagu yang ingin diperdengarkan, radio akan terus hidup—menghubungkan, menguatkan, dan menginspirasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....