Sanggar Gambang Kromong Jaga Budaya Betawi

  • 02 Feb 2026 23:08 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Komunitas seni Gambang Kromong Sinar Muda yang didirikan Abdul Wahab sejak 2010 terus melestarikan budaya Betawi. Sanggar ini lahir karena belum adanya wadah seni serupa di lingkungannya.

Abdul Wahab bilang sanggar bertujuan mengenalkan budaya Betawi. “Agar masyarakat bangga dengan budaya sendiri,” ujarnya.

Ia menjelaskan sanggar ini dibangun sebagai sarana agar masyarakat lebih mengenal kebudayaan sendiri, khususnya seni Gambang Kromong. “Waktu itu saya lihat di kampung belum ada seni Gambang Kromong, makanya saya dirikan sanggar ini," ujarnya dalam wawancara radio Obrolan Komunitas, Senin 2 Februari 2026.

 

Sanggar Sinar Muda Lestarikan Gambang Kromong (Foto: Dok. narasumber)


Baca juga: 

Belajar Lintas Negara, Mengabdi Lewat Aksi Nyata


Saat ini sanggar memiliki 15 pemusik dan dua penyanyi. Anggota diwajibkan disiplin latihan dan siap tampil.

Sanggar kerap tampil di berbagai instansi pemerintah. Mereka juga rutin terlibat dalam perayaan HUT DKI Jakarta.

Dalam perjalanannya, sanggar ini mengalami beragam suka dan duka. Mengatur para pemusik menjadi tantangan tersendiri, termasuk honor yang terlambat. “Kadang kami harus menalangi dulu,” ucap Abdul Wahab.

Sanggar Grup Gambang Kromong Sinar Muda telah tampil di berbagai instansi pemerintah, baik di dalam maupun luar kota. (Foto: Dok. narasumber)



Pernah kata Abdul Wahab, saat di lokasi acara seniman kurang diperhatikan selayaknya tamu undangan. Namun, semua itu terbayar saat tampil dengan bayaran yang layak dan pelayanan yang memuaskan. “Kalau manggung, bayarannya gede, pelayanannya enak, itu sukanya,” ujarnya.

Abdul Wahab berharap para seniman tradisi semakin diperhatikan dan diberikan ruang yang lebih luas dalam berbagai pertunjukan. “Harapan saya, seniman bisa lebih dihargai dan kebudayaan terus hidup,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....