KPWS: Wayang Idamanku, Seduluran Tujuanku

  • 14 Okt 2025 09:52 WIB
  •  Jakarta

KBRN,Jakarta: Suasana hangat penuh kearifan lokal terasa kental di Gedung RRI Pro 4 Lantai 6 RRI Jakarta pada Jumat, 10 Oktober 2025. Acara Apresiasi Budaya Banyumasan kali ini menjadi momen istimewa bagi Komunitas Pecinta Wayang Surakarta (KPWS) yang tengah merayakan Milad ke-7 dengan tema “Wayang Idamanku, Seduluran Tujuanku.” Di bawah kepemimpinan Suroso sebagai Ketua Panitia dan Ki Anom Suwito sebagai Wakil Ketua, peringatan ini tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, melainkan ungkapan cinta dan pengabdian terhadap warisan budaya wayang yang menyatukan rasa, tradisi, dan persaudaraan.

Suroso, dalam sambutannya, menegaskan bahwa tema tahun ini lahir dari refleksi perjalanan panjang KPWS selama tujuh tahun. “Wayang bukan sekadar tontonan, tetapi tuntunan dan jembatan untuk mempererat seduluran. Kami ingin menjadikan wayang sebagai sarana menanamkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan masyarakat modern,” ujar Suroso penuh semangat. Ia menambahkan bahwa di tengah derasnya arus digitalisasi, KPWS berkomitmen untuk tetap menyalakan semangat pelestarian budaya tradisional agar generasi muda tak kehilangan jati diri bangsanya.

Sementara itu, Ki Anom Suwito selaku Wakil Ketua Panitia menyoroti pentingnya kolaborasi dalam menjaga keberlangsungan seni pedalangan. Menurutnya, Milad ke-7 KPWS bukan hanya tentang usia komunitas, melainkan momentum mempererat seduluran antarpecinta budaya di berbagai daerah. “Seduluran iku kunci. Tanpa rasa persaudaraan, semangat melestarikan budaya akan pudar. KPWS ini kita harapkan menjadi rumah bagi siapa pun yang mencintai wayang,” ujarnya. Dalam kesempatan tersebut, Ki Anom juga turut mempersembahkan fragmen wayang Banyumasan yang dikemas dengan sentuhan kreatif, memadukan humor khas dengan pesan moral mendalam.

Wakil Ketua Panitia Milad KPWS ke-7, Ki Anom Suwito, turut menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan Milad dirancang dengan semangat kebersamaan. Panitia menghadirkan beragam acara seperti pagelaran wayang kulit semalam suntuk, pameran tokoh dan kelir pewayangan, hingga workshop dalang muda untuk menumbuhkan regenerasi seniman pewayangan. “Kami ingin menunjukkan bahwa wayang bukan barang kuno. Di dalamnya ada nilai kehidupan yang masih relevan dengan zaman sekarang. Tradisi ini bisa terus hidup jika kita jaga bersama-sama,” ujar Ki Anom. Ia juga mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat dari berbagai daerah yang datang, menandakan bahwa kecintaan terhadap budaya wayang masih kuat dan tak lekang oleh waktu.

Bagi Suroso dan Ki Anom Suwito, keberhasilan acara ini bukan diukur dari megahnya panggung, melainkan dari eratnya tali persaudaraan yang terjalin di antara para pecinta budaya. “Wayang Idamanku, Seduluran Tujuanku” menjadi filosofi hidup yang nyata — bahwa dalam wayang, setiap tokoh memiliki peran dan nilai, sebagaimana manusia dalam kehidupan sosial. Dengan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya, KPWS berharap langkah mereka akan terus menjadi suluh penerang dalam menjaga eksistensi wayang dan mempererat seduluran lintas generasi di masa mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....