Rumah Tahfidz As-Sulaimaniyah, Cetak Generasi Qur’ani

  • 25 Mar 2025 19:51 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta: Sejak didirikan pada Juli 2020, Rumah Tahfidz As-Sulaimaniyah telah menjadi tempat belajar Al-Qur’an bagi ratusan santri. Berlokasi di Cengkareng, komunitas ini digagas oleh Hendra Warsito sebagai solusi bagi mereka yang ingin belajar seperti di pondok pesantren tanpa harus tinggal di asrama. Dengan metode pembelajaran yang intensif namun fleksibel, As-Sulaimaniyah telah menarik perhatian masyarakat luas.

Menurut Hendra Warsito, selaku Pembina dan Ketua Rumah Tahfidz As-Sulaimaniyah, komunitas ini memiliki visi untuk menjadikan Cengkareng sebagai pusat edukasi tahfidz yang berkualitas. “Kami ingin mencetak para penghafal Al-Qur’an yang tidak hanya fasih, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan mampu mengamalkan ilmu agama,” ujar Hendra. Dalam siaran Obrolan Komunitas RRI Pro 4 Jakarta (24/03), Ia menambhakan, misi ini diwujudkan dengan sistem pembelajaran yang mengutamakan kedisiplinan, pemahaman adab, dan fiqh.

Keunikan Rumah Tahfidz As-Sulaimaniyah terletak pada efektivitas metodenya. Hanya dengan belajar 90 menit per hari, para santri mampu bersaing dengan santri pesantren yang belajar penuh waktu. “Alhamdulillah, santri kami sudah menjuarai lebih dari 350 musabaqah hifdzil Qur’an, baik di tingkat sekolah, nasional, hingga internasional,” tambah Hendra. Dengan pendekatan yang fokus dan konsisten, komunitas ini terus mencetak generasi muda penghafal Qur’an yang berkualitas.

Saat ini, Rumah Tahfidz As-Sulaimaniyah memiliki lebih dari 250 santri yang aktif serta 12 pengajar muda. Untuk bergabung, seseorang hanya perlu memiliki kemauan, kesungguhan, dan keistiqomahan dalam belajar, meskipun memulai dari nol. Selain menghafal Al-Qur’an, para santri juga dibimbing dalam pembiasaan akhlak pondok, sehingga mampu menjadi teladan di masyarakat.

Ke depan, Hendra berharap Rumah Tahfidz As-Sulaimaniyah dapat mengurangi buta huruf Al-Qur’an serta melahirkan lebih banyak guru tahfidz muda. “Kami ingin As-Sulaimaniyah memiliki cabang lebih luas di Jakarta dan menjadi tempat belajar mengaji yang relevan dengan zaman sekarang,” ungkapnya. Dengan dedikasi tinggi dan dukungan masyarakat, komunitas ini terus berkembang sebagai magnet bagi generasi muda yang ingin mendalami Al-Qur’an.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....