Paguyuban Reog Ponorogo Jabodetabek: Melestarikan Warisan Budaya
- 24 Des 2024 22:55 WIB
- Jakarta
KBRN, Jakarta: Paguyuban Reog Ponorogo Jabodetabek menjadi salah satu organisasi seni budaya yang terus berupaya melestarikan dan mengembangkan seni tradisional reog. Berdiri sejak tahun 1985 di Jakarta, organisasi ini didirikan oleh Begug Purnomosidhi, yang juga merupakan mantan Bupati Wonogiri. Tujuan awal pendirian paguyuban ini adalah untuk menghimpun, membina, dan mengembangkan potensi grup-grup reog, baik secara teknis maupun organisasi, agar lebih terarah. Hingga kini, keanggotaannya telah meluas ke wilayah Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
“Kami ingin menciptakan wadah bagi para seniman reog di Jabodetabek agar mereka bisa berkomunikasi, bersilaturahmi, dan saling belajar satu sama lain,” ujar Begug Purnomosidhi. Ia menekankan bahwa paguyuban ini tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga sarana untuk meningkatkan kualitas seni reog di wilayah perkotaan. Dengan visinya untuk melestarikan dan mengembangkan reog sebagai aset budaya nasional, Begug berharap seni ini terus eksis di tengah arus modernisasi.
Salah satu syarat utama bergabung dengan Paguyuban Reog Ponorogo Jabodetabek adalah harus berupa grup reog, bukan perorangan. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 61 grup reog aktif tergabung dalam paguyuban ini. “Kami percaya, melalui grup-grup ini, reog dapat lebih mudah dilestarikan. Kerja sama dan gotong royong antar anggota menjadi kunci keberhasilan kami selama ini,” tambah Begug.
Kegiatan yang rutin dilakukan oleh paguyuban ini meliputi pelatihan, pergelaran, dan festival reog. Aktivitas-aktivitas ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan para seniman sekaligus memperkenalkan seni reog kepada masyarakat yang lebih luas. Festival yang diadakan setiap tahunnya menjadi momen puncak bagi paguyuban ini untuk menampilkan keindahan seni reog dalam skala besar.
Ke depan, Begug dan para anggota paguyuban berharap dapat lebih mensejahterakan para seniman reog. “Kami ingin seni reog tetap lestari, berkembang secara berkesinambungan, dan terus digemari oleh berbagai lapisan masyarakat,” tuturnya. Upaya ini diharapkan tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kehidupan para pelaku seni reog di Jabodetabek.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....