Wayang dan Karawitan Jawa di Mata Kitsie Emerson
- 09 Okt 2024 13:59 WIB
- Jakarta
KBRN, Jakarta: Obrolan Budaya yang menarik mengenai seni wayang kulit dan karawitan Jawa berlangsung dalam program siaran Suara Budaya Nusantara di 92.8 PRO4 FM Jakarta dipandu oleh Mariana Suhendi dan Dedi Setiadi dari RRI Surakarta. Acara ini menghadirkan narasumber Dr. Kitsie Emerson ( Budayawan Amerika, Pemerhati Seni Wayang dan Karawitan Jawa & Pemilik Griya Seni Ekalaya) yang berbagi pengalamannya mengenai dua aspek penting dari budaya Jawa tersebut.
Menurut Kitsie, wayang memiliki filosofi kehidupan yang mendalam, yaitu sebuah kedewasaan jiwa, ujar musisi piano klasik lulusan Cornel University, dan New York University Amerika Serikat, Jakarta ( 1/9/2024).
Kitsie bercerita, Selama menempuh pendidikan piano di Cornel University untuk pendidikan S1 (antara tahun 79-83) dikampusnya Kitsie seringkali melewati ruang gamelan, namun saat itu belum tertarik karena masih konsentrasi menyelesaikan pendidikan tentang piano.
"Habis saya lulus S2 (1986) di New York, di sebuah Swalayan saya melihat selebaran berisi informasi, menawarkan kalau ingin belajar gamelan Jawa silakan datang di konsulat Indonesia di New York" D8i situlah Kitsie mulai mencari informasi dan mendaftar untuk belajar karawitan.
Dalam perjalanan menggeluti dunia Wayang dan Karawitan, Kitsie Emerson termasuk tokoh penting yang telah membawa dua seni tradisional tersebut ke kancah dunia, baik secara nyata melalui misi seni budaya ke luar negeri, maupun dengan cara memanfaatkan Information Teknology (IT), untuk memahamkan masyarakat dunia dengan cara translasi/menerjemahkan pertunjukan wayang kulit secara langsung saat pentas.
Kitsie berhasil membawa Wayang ke mancanegara, sebagai produser, atau menjadi penterjemah untuk produser lain, diantaranya: Misi kesenian ke Singapura, India, Jepang, Amerika, Inggris, Perancis, Bolivia, Hungaria, Chekislovakia, Slovenia, Belgia, bahkan diantara negara tersebut, misi kesenian dilaksanakan lebih dari satu kali, bahkan berkali-kali.
Obrolan Budaya dengan tema "Pengalaman Menggeluti Wayang Kulit dan Karawitan Jawa" ini diakhiri dengan harapan agar seni tradisional seperti wayang kulit terus dilestarikan dan diapresiasi oleh generasi muda. Dedi penyiar RRI PRO4 Surakarta mengajak sahabat budaya pendengar pro4 untuk terlibat lebih aktif dalam kegiatan yang mendukung pelestarian seni ini. "Kita perlu menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan relevan," tuturnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....