Nama Lima Pandhawa adalah Cerminan Karakter

  • 02 Okt 2024 00:18 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta : Era 1990-an masyarakat Jawa masih banyak yang memasang gambar tokoh pewayangan di dinding rumah. Paling banyak memasang gambar tokoh Pandawa. Secara turun temurun pasti sang anak menanyakan ke orangtuanya perihal sosok yang dipajang gambarnya tersebut. Pendidikan juga tentang keberlangsungan budaya terjadi di setiap rumah pada masyarakat Jawa di era tersebut.

Dari studio Pro IV RRI lantai 6 gedung depan LPP RRI Jakarta, Selasa, 1 Oktober 2024, tepat pukul 20.15 WIB, Apdaun Apresiasi Budaya Sunda hadir dengan tema "Mengenal Karakter Tokoh Pandawa Lima," dengan narasumber dalang Kosim Risnandar dari Jonggol Bogor.
Pandawa adalah lima saudara, putra prabu Pandudewanata dengan Dewi Kunti Nalibrata dan Dewi Madrim. Putra pertama dengan Dewi Kunti adalah Raden Kontea, yang berarti putra dari Dewi Kunthi.

Mempunyai nama lain Kuntara yang artinya penjaga Kunti. Panduputra menunjukkan bahwa anak Pandu, Puntadewa memiliki makna Punta adalah pusat, dewa adalah makluk yang lebih luhur dari manusia. Puntadewa memiliki kebersihan hati hampir menyamai para dewa. Bergelar prabu Sami Aji, Sami, samya artinya luhung terhormat, Aji berarti Raja.

Puntadewa adalah raja yang bijak dan tidak punya musuh. Sabar, jujur, dan selama hidup tidak pernah berujar bohong. Dalam legitimasi agama Islam, sifat Puntadewa di gambarkan memiliki pusaka Jamus Layang Kalimasada, cerminan Kalimasada kalimat syahadat.
Putra kedua prabu Pandu dan Dewi Kunti adalah Bima, yang memiliki makna teguh,kuat, tabah, patuh dan jujur. Kejujuran Bima di personifikasikan dalam berbicara tidak mengenal tingkatan bahasa.

Kepada siapapun tidak pernah memakai bahasa krama, bahasa halus.
Bernama lain Bratasena yang memiliki makna Bima adalah keturunan prabu Barata. Juga bernama Bima yang berarti hebat. Juga bernama Dandun yang artinya tangguh. Bergelar Nagata yang artinya eces nyata.


Sedangkan putra ketiga prabu Pandu dan Dewi Kunti adalah Arjuna yang memiliki kesempurnaan. Arjuna merupakan simbul kesempurnaan karena hidupnya dihabiskan dengan mencari ilmu.
Pandawa nomer empat, putra Pandu dengan Dewi Madrim adalah Raden
Nakula .

Nakula artinya bisa menguasai diri. Terbukti berhasil menyamar saat di negara Wirata dengan nama Darmagati.
Memiliki sifat pendiam tetapi ahli strategi. Sedikit bicara tetapi banyak kerja. Putra prabu Pandu dengan Dewi Madrim yang terakhir adalah Raden Sadewa. Memiliki ilmu Aji Purnama Jati, yang menjadikan selalu mengingat kejadian yang telah terjadi. Dan bisa membaca kejadian yang akan terjadi, sehingga untuk diplomasi, Pandawa selalu menghadirkan Raden Sadewa.


"Arjuna prapta kalinggihan, ujar meneng meneng lara, menenging Gusti petenging atinira." Kosim Risnandar menutup dengan sebuah kawih lagu pedalangan dengan nuansa sedih. Sedih karena Pandawa tidak lagi dipasang gambarnya, apalagi di teladani karakternya oleh sebgaian besar masyarakat Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....