'Foto Sepuasnya Bayar Sepuasnya' Kisah Fotografer Keliling dari Cilincing
- 30 Apr 2024 12:15 WIB
- Jakarta
KBRN, Jakarta: Banyak kisah-kisah menginspirasi tersebul di belahan Ibu Kota, seperti kisah perjuangan 3 pemuda dari Cilincing mencoba bertahan hidup untuk mewujudkan mimpi dan cita dengan menjual jasa foto keliling kepada wisatawan di kawasan Kota Tua Jakarta.
Adalah Maman (21), Aris (22), dan Nanda (19), tiga sekawan warga Cilincing, Jakarta Utara, memulai karirnya sebagai fotografer keliling di Kawasan Kota Tua sejak 2021. Meski dikenal pemula dalam dunia fotografi namun kecintaannya pada dunia visual ini tidaklah main-main.
Awalnya ketiga remaja ini merupakan alumni Kelas Jurnalis Cilik (KJC) angkatan pertama (2018), dari sinilah ke tiga remaja ini mendapat bekal pendidikan fotografi. Tumbuh sebagai anak pesisir di kawasan Cilincing tidak membuatnya patah semangat dalam meraih mimpi dan cita.
"Dulu saya belajarnya di lapangan sampe dikerubungi laler, motonya pake HP, " kata Aris. Cerita Maman berbeda lagi, " Karya saya dulu di beli Pak Lurah Rp 300.000,-" kata Maman.
Kini sudah 6 tahun setelah untuk pertama kalinya mereka menimba ilmu fotografi di KJC. Maman, Aris, dan Nanda menerapkan ilmu yang didapat untuk mencari penghasilan guna mencukupi kebutuhan hidup hingga biaya kuliah, meski dalam keterbatasan hanya menjadi seorang fotografer keliling di Kota Tua Jakarta.
Tiga sekawan ini hampir setiap hari terlihat di Kota Tua mulai pukul 14.00 WIB hingga 21.00 WIB. Menawarkan jasa foto kepada wisatawan yang ingin berswafoto. Jasa foto yang ditawarkan hanya Rp 5.000 per foto yang diambil. Itu hanya file, berbeda lagi harganya jika di cetak.
"Dulu waktu pertama kali jual jasa foto, kita bikin tulisan, foto sepuasnya, bayar sepuasnya, " kata Maman tertawa. Gara-gara tulisan tersebut mereka ditegur oleh UPK Kota Tua.
Menurut ketiga forografer muda ini, suka duka telah dijalani selama hampir tiga tahun terjun menjadi fotografer di Kotu. Ada banyak pelajaran dan pengalaman berharga untuk menjadi seorang penjual jasa fotografi.
"Iyah kedepannya mau lebih baik lagi, punya alat dan studio sendiri buat biaya hidup dan keluarga, " kata Maman.
Impian dan cita-cita ketiga remaja ini masih panjang. Namun, berkat keuletan dan konsistem dalam berproses, profesi mereka bisa jauh lebih baik dan mungkin bisa menelurkan ilmu yang mereka dapat kepada khalayak banyak, seperti ilmu yang didapat di kelas sederhana Kelas Jurnalis Cilik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....