Jejak Pelaut dan Pembuat Perahu Tradisional di Jakarta Utara
- 03 Okt 2026 09:13 WIB
- Jakarta
RRI. CO. ID, JAKARTA — Di tengah modernisasi dan pesatnya pembangunan Kota Jakarta, suara ketukan kayu dan bau khas pembakaran papan kayu masih terdengar nyaring di kawasan pangkalan perahu Rawa Malang. Di tempat inilah Pak Epeng (60), seorang pengrajin perahu tradisional, menghabiskan waktunya merakit impian para nelayan pesisir.
Dengan jemari yang sudah terbiasa memegang pahat dan palu, Pak Epeng dengan cekatan merangkai lembar demi lembar kayu yang didatangkan khusus dari daerah Klender. Keahlian merakit perahu ini bukan hal baru baginya; ilmu ini ia dapatkan langsung dari sang ayah sejak ia masih kecil di Parean, Indramayu.
"Sejak kecil sudah belajar dari orang tua di Indramayu," kenang Pak Epeng dengan nada ramah kepada RRI Jakarta, Jum'at 2 Oktober 2026.
Bagi pria yang telah menekuni profesi ini secara profesional selama lebih dari 15 tahun di Jakarta, membuat perahu sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari hidupnya.
Proses pembuatan satu unit perahu kayu bukanlah hal yang mudah dan membutuhkan ketelitian tinggi. Kayu-kayu pilihan terlebih dahulu dibakar agar dapat dilengkungkan sesuai bentuk lambung kapal yang diinginkan, sebelum akhirnya dirangkai, dipaku, dan diperkuat. Ukuran perahu pun bervariasi, mulai dari panjang 2,5 meter hingga 3 meter atau lebih.
Satu unit perahu lengkap biasanya dibanderol dengan harga sekitar Rp70 juta. Proses pengerjaannya memakan waktu sekitar satu bulan jika dikerjakan berdua, atau hingga dua bulan jika dikerjakan seorang diri.
Dari kerja keras merakit kerangka kapal tersebut, Pak Epeng mengandalkan upah harian sebesar Rp250.000 untuk menyambung hidup keluarga.
Bagi Pak Epeng, pekerjaan ini adalah bentuk pengabdian. Ketika pesanan perahu sedang sepi, ia tak sungkan untuk kembali melaut sebagai nelayan demi mengarungi gelombang kehidupan.
Di balik kesederhanaannya, tangan-tangan tangguh Pak Epeng terus membuktikan bahwa tradisi dan ketrampilan pembuatan perahu kayu akan selalu menemukan jalannya untuk bertahan di sudut Ibu Kota.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....