Perjuangan Mengarit Rumput Peternak Kambing di Rorotan

  • 14 Sep 2026 08:06 WIB
  •  Jakarta

RRI. CO. ID, Jakarta - Bagi Mang Utik, seorang peternak kambing gembel di kawasan Rorotan, mencari pakan hijau bukanlah perkara memilih waktu yang tepat. Tak ada istilah libur atau kompromi dengan cuaca. Baik cuaca cerah, hujan lebat, bahkan saat banjir menerjang sekalipun, kegiatan mengarit rumput harus tetap berjalan saban hari.

"Mau hujan, mau banjir, itu sudah risiko. Habis bagaimana? Kalau tidak dicari pakan, ternak malam-malam berisik," kata Mang Utik, saat ditemui tim RRI Jakarta, pada Minggu 14 September 2026.

Kebutuhan pakan ternak di kawasan Rorotan sering kali tak mencukupi. Tak jarang, Ia harus menempuh jarak jauh hingga ke wilayah perbatasan Jawa Barat, seperti Bekasi, demi mendapatkan rumput yang cukup. Jika terdesak dan tak sempat mengarit sendiri, Ia terpaksa membeli rumput dari rekannya, meski kualitas dan padatnya tak semaksimal hasil garapan tangan sendiri.

Usaha dan keringat yang bercucuran setiap hari ini Ia lakoni bukan tanpa alasan. Penjualan terbesar yang mengandalkan momen Iduladha kerap diputar kembali untuk menutup biaya operasional dan kebutuhan mendesak. Beruntung, Ia memiliki relasi yang baik dengan bandar penyedia bibit yang saling percaya dan saling bantu di saat sulit. Namun, di balik kerasnya perjuangan menyusuri tiap jengkal lahan demi rumput hijau, ada satu doa dan harapan sederhana yang selalu membakar semangatnya.

"Harapan saya cuma untuk menguliahkan dan membesarkan anak saja. Jangan sampai anak seperti saya. Biar masa depannya lebih baik dan lebih berguna," ucapnya penuh haru.

Bagi sang peternak, selagi rumput masih tumbuh di tanah bumi, langkah kakinya tak akan berhenti. Setiap karung rumput yang Ia panggul adalah simfoni perjuangan seorang ayah yang tak ingin meliht anaknya melakoni jalan terjal yang sama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....