Kisah Mang Utik: Dari Buruh Panen Harian hingga Tekun Membina Usaha Ternak Mandiri
- 14 Sep 2026 07:52 WIB
- Jakarta
RRI. CO. ID, JAKARTA - Di tengah luasnya hamparan persawahan Rorotan, sosok Utik Sumantri atau yang akrab disapa Mang Utikterlihat tekun memangkas rumput liar. Pria asal Bandung yang telah merantau lebih dari 20 tahun di Jakarta ini menjadikan persawahan Rorotan sebagai ladang rezeki sekaligus tempatnya menyandarkan harapan.
Di saat tidak ada panggilan untuk menjadi buruh panen harian, Mang Utik mengalihkan tenaganya untuk mengarit rumput. Aktivitas ini rutin ia lakoni setiap hari demi memberi makan 20 ekor kambing peliharaannya.
"Daripada kita beli, kan lumayan juga. Mendingan kita usaha sendiri buat mandiri," ujar Mang Utik kepada RRI Jakarta, Minggu 13 September 2026.
Dalam sehari, Mang Utik wajib mengumpulkan setidaknya tiga karung rumput. Angka itu bukan sekadar jumlah karung, melainkan penghematan nyata bagi usahanya. Jika harus membeli, satu karung rumput dihargai Rp30.000.
Dengan mengarit sendiri di lahan persawahan Rorotan secara gratis, ia bisa menekan pengeluaran pakan hingga Rp90.000 setiap harinya.
Usaha ternak yang disitekuninya selama dua tahun terakhir ini melayani berbagai kebutuhan pelanggan, mulai dari pedagang sate, pemesan kambing guling, hingga kebutuhan akikah. Mang Utik pun tak mematok harga tinggi untuk ternaknya. Ia selalu menyesuaikan harga dengan kemampuan dan kondisi pembelinya.
Meski dibayangi kekhawatiran akan berkurangnya lahan hijau akibat pengurugan di masa depan, Mang Utik memilih untuk tetap optimistis dan bersyukur. Selagi rumput hijau masih membentang di Rorotan, ia akan terus melangkah mengumpulkan pakan.
"Yang penting piaraan kita jangan sampai teriak-teriak kalau malam," pungkasnya sambil tersenyum.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....