Menjemput Rezeki di Ujung Gunting: Kisah Tukang Cukur Keliling Cilincing
- 15 Agt 2026 09:45 WIB
- Jakarta
RRI. CO. ID, Jakarta - Suara deru mesin clipper nirkabel memecah keheningan gang di kawasan Tanah Merdeka. Di bawah naungan langit siang, seorang pria dengan telaten merapikan sisa-sisa rambut pelanggannya. Berbeda dengan barbershop modern berdinding kaca lengkap dengan pendingin udara, pria ini melakoni profesi yang kini kian langka, yaitu tukang cukur keliling.
Anton (57), seorang pria kelahiran Subang yang besar di Jakarta ini memulai usahanya sejak tahun 2013. Berawal dari warisan keterampilan sang ayah yang juga seorang tukang cukur, Ia memilih jalan hidup berbeda.
Setelah sempat menjajal berbagai pekerjaan serabutan, mulai dari buruh bangunan hingga merantau ikut panen padi di Indramayu, Ia akhirnya mantap memilih jalur autodidaktik untuk melanjutkan jejak sang ayah. Bedanya, jika sang ayah dulu memilih mangkal, Ia memilih untuk "jemput bola”.
“Kalau mangkal sama keliling ya beda rezekinya. Di sini tarifnya cukup Rp17.000, kalau di pangkas rambut biasa bisa Rp20.000 sampai Rp25.000," ujarnya santai kepada RRI Jakarta, Sabtu 15 Agustus 2026.
Baginya, mematok harga lebih terjangkau adalah bentuk kompromi yang adil. Tanpa perlu membayar sewa tempat atau listrik pendingin udara, Ia memilih membagikan kemudahan bagi warga sekitar.
Rezeki jalanan memang tak pernah memberi kepastian. Dalam sehari, jumlah pelanggan yang Ia temui sangat fluktuatif.
"Ya namanya rezeki, kadang cuma dapat satu atau tiga orang. Tapi kalau lagi ramai, pernah juga sampai sepuluh orang," katanya sambil mengenang.
Meski harus menyusuri jalanan dari pagi hingga sore hari, ada satu kebebasan yang tak bisa ditukar dengan uang, yaitu menjadi bos bagi dirinya sendiri. Tak ada target kaku maupun tekanan dari atasan yang mengejar. Jam kerja sepenuhnya berada di bawah kendalinya.
Di tengah gempuran modernisasi barbershop kekinian, keberadaan tukang cukur keliling seperti dirinya bukan sekadar tentang memotong rambut, melainkan tentang menjaga denyut kehidupan warga kelas pekerja. Dengan modal keterampilan sederhana dan semangat pantang menyerah, Ia membuktikan bahwa rezeki halal selalu ada bagi mereka yang mau melangkah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....