Saat Ikan Asin Menembus Harga Daging: Cerita Menjaga Asa di Lapak Pasar
- 31 Jul 2026 17:05 WIB
- Jakarta
RRI. CO. ID, JAKARTA - Musik yang samar-samar terdengar di sudut pasar tak cukup mampu mencairkan suasana lesu yang dirasakan para pedagang. Di salah satu lapak, Pak Dodi (65) tetap setia melayani pembeli. Sudah sekitar 10 tahun ia bekerja membantu adik kandungnya mengelola toko ikan asin milik keluarga tersebut.
Pengalaman satu dekade itu membuat Pak Dodi paham betul dinamika pasar. Namun, penurunan penjualan sejak setahun belakangan diakuinya terbilang cukup drastis.
"Omset lagi menurun relatif. Penjualannya berkurang banget," tutur Pak Dodi kepada RRI Jakarta.
Ia menceritakan, jika dulu pada masa ramai omset harian bisa mencapai Rp5 juta per hari, kini angka tersebut merosot tajam ke kisaran Rp2,5 juta hingga Rp3 juta saja.
Lesunya pasar diperparah oleh melambungnya harga sejumlah komoditas ikan asin. Pak Dodi mengungkapkan, beberapa jenis ikan asin kelas atas kini harganya bahkan sudah melampaui harga daging sapi segar.
"Ikan asin kalapan sekarang Rp200 ribu per kilogram. Dulu masih Rp180 ribu, terus naik sejak beberapa bulan lalu," terangnya.
Selain kalapan, jenis lain seperti ikan asin gelegah dan emiko kini rata-rata dibanderol Rp150 ribu per kilogram.
Untuk menyiasati sepinya pembeli agar stok ikan asin berkualitas tinggi ini tidak rusak atau membusuk, Pak Dodi memanfaatkan teknologi pendingin. Ia mengandalkan tiga unit freezer besar di tokonya.
"Supaya tetap awet, kalau tidak laku ya kita masukkan freezer. Besok kalau mau dijual, dikeluarkan lagi. Jadi posisi ikannya tetap segar dan awet," jelasnya.
Menariknya, di tengah era digital ini, Pak Dodi memilih tidak berjualan secara online secara langsung. Pihaknya justru berperan sebagai penyuplai (supplier) bagi para reseller muda yang berjualan secara digital.
"Ada pembeli yang beli khusus untuk dijual online. Mereka beli cumi baby sampai 10 dus. Nanti dari sini diolah lagi, dijemur, baru mereka pasarkan online," kata Pak Dodi.
Model kerja sama ini membantu stok barang di lapaknya tetap berputar meski pembeli langsung yang datang ke pasar kian berkurang.
Di akhir perbincangan, Pak Dodi menyisipkan pesan dan harapan sederhana bagi para pembuat kebijakan agar lebih memperhatikan nasib para pedagang kecil di pasar tradisional.
"Harapannya pemerintah bisa memajukan pedagang ikan asin. Jangan sampai kita ke bawah terus, kasihan pedagang-pedagang ini pada lemas semua," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....