Adu Kekuatan di Atas Meja: Cara Anak Muda Priok Alihkan Energi Negatif

  • 26 Jul 2026 14:30 WIB
  •  Jakarta

RRI. CO. ID, JAKARTA — Di tengah bayang-bayang kenakalan remaja dan ancaman tawuran yang kerap meresahkan kawasan pesisir kota, sekelompok anak muda dan warga di Jakarta Utara memilih jalan yang jauh lebih terarah untuk meluapkan adrenalin: mengadu kekuatan di atas meja panco.

Setiap satu minggu sekali, suasana hangat sekaligus penuh semangat terpancar dalam sesi sparing rutin. Lokasinya pun berpindah-pindah memanfaatkan ruang publik mulai dari kawasan Kalibaru, area belakang Islamic Center, hingga Plaza Kalibaru. Bagi mereka, yang terpenting bukanlah kemewahan tempat, melainkan tersedianya ruang untuk berkumpul dan menyalurkan energi secara positif.

"Acara latihan begini kita adakan seminggu sekali. Tujuannya untuk menjalin silaturahmi sama mencari dan mempertajam teknik apa yang kurang dipersiapkan untuk turnamen nanti," ujar Om Fly (36), salah satu penggiat senior panco yang ditemui RRI Jakarta di sela-sela kegiatan. Sabtu 25 Juli 2026.

Kegiatan rutin ini tak hanya diikuti oleh remaja setempat seperti Andika Fathur Trisnaputra (18), pemuda yang baru lulus SMA dan sempat meraih Juara 3 kategori Open Class di ajang Jasreal Power (JRP) Depok. Lebih dari itu, latihan ini merangkul belasan hingga puluhan anak muda dari berbagai titik di Jakarta Utara, seperti Pademangan, Bhakti, hingga Kemayoran.

Di Jakarta Utara sendiri, wadah resmi komunitas ini dinaungi di bawah bendera Pokti (Persatuan Olahraga Otot Tangan Indonesia) Jakarta Utara serta komunitas lokal seperti Armstrong Priok. Di wilayah Jakarta Utara saja, jumlah anggotanya kini sudah menembus lebih dari 50 orang.

Jauh dari kesan 'asal adu otot', panco yang mereka tekuni adalah cabang olahraga fisik yang terukur dan penuh disiplin. Mulai dari pemahaman teknik dasar seperti toproll dan hook, hingga pembagian kelas pertandingan berdasarkan kriteria berat badan serta jenjang pengalaman (mulai dari kelas pemula hingga pro bagi yang sudah pernah mengumpulkan medali). Bahkan, cabang olahraga ini juga telah dipertandingkan secara resmi di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) setiap tahunnya.

Bagi generasi yang lebih senior seperti Om Fly, mendampingi para remaja ini adalah upaya nyata menjaga benteng pertahanan dari dampak negatif jalanan. Ia melihat potensi besar pada anak-anak muda ini jika diarahkan ke jalur yang tepat, bahkan hingga tingkat kejuaraan nasional yang rutin digelar, seperti turnamen mendatang di Gedung Bulungan, Jakarta Selatan.

"Harapan ke depannya, semoga pemerintah bisa lebih memperhatikan kita-kita orang. Biar olahraga panco ini bisa makin dikenal, bahkan sampai ke luar negeri atau ikut ajang kelas dunia seperti Olimpiade," harap Om Fly.

Di atas meja panco yang sederhana itu, anak-anak muda Jakarta Utara belajar satu hal penting: bahwa keberanian sejati tak diukur dari seberapa keras mereka melempar pukulan di jalanan, melainkan seberapa kuat mereka mengunci tangan lawan sambil tetap menjaga erat tali persaudaraan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....