Menjelajahi Lorong Waktu di Rumah Ainun Habibie

  • 24 Jul 2026 09:49 WIB
  •  Jakarta

RRI. CO. ID, JAKARTA - Langkah kaki pengunjung sore itu terdengar pelan menapaki rumah kediaman Bapak B.J. Habibie dan Ibu Ainun. Ada nuansa hangat yang sukar dijelaskan—suatu perasaan bahwa di dalam sudut-sudut ruangan ini, waktu seolah berhenti untuk menjaga kenangan.

Ilham Akbar Habibie ketika ditemui RRI Jakarta Kamis 23 Juli 2026 menjelaskan banyak orang membayangkan bahwa seorang menteri atau tokoh besar selalu berpindah-pindah ke kediaman yang lebih megah seiring melesatnya karier mereka.

"Namun, tidak bagi Pak Habibie dan Ibu Ainun. Rumah yang mereka tempati sejak tahun 1976 ini bahkan sebelum Beliau menjabat sebagai menteri selama dua dekade tetap menjadi tempat mereka berlabuh hingga akhir hayat, " ujar putra pertama Alm B.J. Habibie.

Menurut Ilham bangunan itu tumbuh bersama mereka, menyambungkan setiap ruang dengan potongan-potongan memori, tanpa pernah kehilangan esensinya sebagai sebuah "rumah".

"Di salah satu sudut terfavorit, perpustakaa berjejer rapi sekitar 5.500 koleksi buku, " kata Ilham.

Menariknya, tempat ini bukanlah sekadar ruang kerja untuk memperdalam dunia kedirgantaraan atau sains yang selama ini melekat pada sosok Pak Habibie.

Atas dorongan kehausan akan ilmu dan sudut pandang yang luas, koleksi di sini justru dipenuhi oleh tema-tema di luar kebiasaan beliau. Ada buku-buku sejarah, ekonomi, politik, kebudayaan, hingga autobiografi tokoh-tokoh dunia.

Koleksi tersebut menjadi bukti betapa beliau memandang dunia dengan kerendahan hati: selalu ada hal baru untuk dipelajari dan dipahami di luar bidang yang kita kuasai.

Rumah ini mengajarkan satu hal berharga tentang kesetiaan dan keilmuan. Bahwa sejauh apa pun kita terbang menembus awan dan setinggi apa pun jabatan yang digenggam, kerendahan hati untuk terus belajar serta kesetiaan pada "akar" adalah tempat terbaik untuk pulang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....