Anggi, Pemuda Disabilitas yang Bangkit Buktikan Mampu Mandiri dan Membantu Sesama
- 19 Jul 2026 07:35 WIB
- Jakarta
RRI. CO. ID, JAKARTA – "Yang sempurna saja susah dapat kerja, apalagi yang disabilitas." Kalimat sarkas dan menyakitkan itu pernah mampir di telinga Anggi. Bagi sebagian orang, cibiran seperti itu mungkin bisa mematahkan semangat. Namun bagi Anggi, untaian kata meremehkan tersebut justru menjadi bahan bakar yang membakar habis rasa pesonanya untuk bertransformasi menjadi energi positif.
Kini, Anggi membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan akhir dari segalanya. Ia tidak hanya berhasil mandiri sebagai kreator konten, tetapi juga sukses merambah dunia wirausaha. Melalui bisnis distro sepatu, sandal, dan tas di Kota Binjai, serta usaha social media handling yang ia rintis, Anggi kini mampu mempekerjakan dan rutin menggaji beberapa karyawan setiap bulannya.
"Ya memang aku sekarang enggak kerja (kantoran), tapi alhamdulillah aku bisa ngegaji banyak orang," seloroh Anggi dengan nada bangga namun tetap rendah hati. Sabtu 18 Juli 2026
Kemandirian Anggi tidak datang begitu saja. Salah satu hobi ekstrem yang ia geluti adalah mendaki gunung. Di balik keberhasilannya menaklukkan berbagai puncak, Anggi selalu menekankan pentingnya persiapan yang matang demi meminimalkan risiko. Konsistensi latihan fisik yang dicicilnya jauh-jauh hari bahkan saat tidak ada agenda pendakian terdekat menjadi bukti nyata dari kedisiplinan hidupnya.
Selain sibuk mengelola bisnis dan mendaki, Anggi juga aktif dalam kegiatan sosial, seperti aksi pembagian sepatu untuk anak-anak di kawasan pesisir baru-baru ini. Ia bahkan menginisiasi gerakan "Satu Langkah Lagi", sebuah kampanye yang didedikasikan untuk membantu teman-teman disabilitas serta mereka yang sedang berjuang melawan depresi agar bisa bangkit bersama.
Bagi Anggi, keberadaannya di titik ini tidak lepas dari dukungan dan bantuan dari banyak pihak yang terus menyokongnya. Oleh karena itu, ia memiliki impian besar untuk lima tahun ke depan.
"Anggi yang sekarang bisa bangkit itu karena dibantu dan di-support orang lain. Tapi Anggi di lima tahun nanti ke depan, adalah Anggi yang ngebantu dan nge-support orang lain," pungkasnya optimis.
Kisah Anggi mengajarkan kepada kita semua bahwa hidup bukan tentang meratapi kekurangan, melainkan bagaimana kita mempersiapkan diri, menangkap peluang, dan pada akhirnya, menjadi saluran berkah bagi orang-orang di sekitar kita.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....