Meniti Harapan di Hutan Kota Rorotan: Kisah Sang Penjaga Paru-Paru Ibu Kota

  • 11 Jul 2026 19:35 WIB
  •  Jakarta

RRI. CO. ID, JAKARTA — Di balik rimbun dan asrinya pepohonan yang berdiri di Hutan Kota Rorotan, terdapat kisah perjuangan panjang yang sarat akan nilai humanis. Adalah Pak Rahman, seorang pria berusia 56 tahun yang mendedikasikan hari-harinya sebagai petugas perawatan di area hijau seluas 2 hektar (20.000 meter persegi) ini.

Bagi Pak Rahman, hutan kota ini bukan sekadar tempat kerja, melainkan saksi hidup perubahan lingkungan. Kawasan yang kini dipenuhi pepohonan pelindung ini dulunya merupakan hamparan sawah dan rawa-rawa. Proses pembebasan lahan telah dimulai sejak tahun 2013 oleh Dinas Kehutanan, yang kemudian dilanjutkan dengan tahap penanaman pertama pada tahun 2014.

Perjuangan "Tambal Sulam" Melawan Alam

Merawat hutan yang berdiri di atas bekas rawa tentu bukan perkara mudah. Pak Rahman menceritakan bagaimana ia dan timnya yang beranggotakan enam orang harus jeli mengelola tanaman dengan sistem "tambal sulam".

Pada awalnya, pihak Dinas Kehutanan menanam pohon-pohon pelindung seperti mahoni dan ketapang. Namun, karena kondisi tanah yang cenderung berawa dan sering tergenang air, sebagian pohon pelindung tersebut mati.

"Karena di sini rawa-rawa begitu lokasinya, jadi pohon pelindung sebagian mati. Nah, disulamlah pakai pohon mangrove (seperti bakau-bakau dan pidada)," kisah Pak Rahman. Sabtu 11 Juli 2026.

Tantangan terbesar bagi Pak Rahman dan tim perawat adalah saat musim banjir tiba. Selain menghambat proses penyulaman tanaman baru, genangan air yang tinggi juga menjadi ujian tersendiri bagi daya tahan pohon-pohon di sana.

Saat ini lahan hutan kota tersebut sedang dinaikkan secara bertahap melalui proses pengurukan agar ke depannya bisa ditanami pohon produktif atau pohon buah-buahan yang membutuhkan tanah kering.

Harapan Sederhana untuk Kenyamanan Warga

Meski sarana pendukung seperti musala belum tersedia, Hutan Kota Rorotan terus berbenah secara bertahap. Sejak tahun 2024, revitalisasi mulai berjalan dengan menghadirkan fasilitas seperti area bermain anak (playground), toilet yang memadai, hingga area kolam retensi yang kerap dimanfaatkan warga sekitar untuk menyalurkan hobi memancing sebagai sarana hiburan.

Bagi Pak Rahman, melihat warga datang bersama keluarga, anak-anak bermain dengan ceria, dan para pemancing menikmati ketenangan di sela-sela rimbunnya pohon mangrove adalah sebuah kebahagiaan tersendiri yang membayar tuntas rasa lelahnya.

Melalui tangannya dan lima rekan lainnya, Hutan Kota Rorotan akan terus dirawat agar tetap menjadi ruang terbuka yang hangat dan bersahabat bagi siapa saja.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....