Potret Pasukan Biru Jakarta: Bertaruh Nyawa dan Penciuman di Gorong-Gorong Ibu Kota

  • 06 Jun 2026 10:48 WIB
  •  Jakarta

RRI. CO. ID, JAKARTA – Di balik lancarnya aliran air di selokan-selokan Jakarta, ada sosok-sosok tangguh yang bekerja di bawah tanah, berhadapan langsung dengan limbah dan ruang sempit. Salah satunya adalah Nurjanat (53), seorang anggota PJLP (Penyedia Jasa Lainnya Perorangan) di Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta.

Nurjanat telah mendedikasikan dirinya sebagai "Pasukan Biru" sejak tahun 2017. Hingga saat ini, ia telah melewati 10 kali masa kontrak kerja. Tugas utamanya adalah memastikan saluran air di Jakarta tetap bersih dan berfungsi dengan baik agar tidak ada keluhan dari warga dan mencegah terjadinya genangan.

Tantangan di Ruang Sempit

Dalam wawancara di lokasi kerja, Nurjanat menceritakan bahwa pengerjaan saluran besar sebenarnya bukan masalah utama. Tantangan terberat muncul ketika mereka harus masuk ke dalam gorong-gorong atau turap yang sempit dengan lebar hanya sekitar 40 hingga 60 sentimeter.

"Yang sulit itu kalau salurannya kecil, kita harus masuk ke gorong-gorong yang tidak ada ruang terbukanya. Kita harus kolong (merangkak) di dalamnya," ungkap Nurjanat kepada RRI Jakarta, Jum'at 5 Juni 2026.

Di dalam saluran yang sempit itu, para petugas harus bekerja ekstra hati-hati dengan ruang gerak yang sangat terbatas, sementara tumpukan lumpur seringkali sudah mencapai ketinggian yang signifikan.

Berteman dengan Bau Menyengat dan Limbah

Tak hanya soal ruang gerak, Nurjanat dan rekan-rekannya harus berhadapan dengan bau yang sangat menyengat setiap harinya. Limbah rumah tangga hingga limbah restoran menjadi "makanan" sehari-hari bagi indra penciuman mereka.

"Kalau masalah bau ya pasti, karena ini kotoran. Apalagi kalau dari warga yang tidak punya septic tank, pembuangannya langsung ke got," tuturnya.

Ia juga menambahkan bahwa limbah dari restoran seringkali menjadi kendala besar. Lemak-lemak sisa masakan yang dibuang ke saluran air seringkali menggumpal dan mengeras, sehingga menyulitkan proses pembersihan. "Kadang ada lemak-lemak dari restoran yang kumpul di situ, itu yang bikin masalah," tambahnya lagi.

Dedikasi demi Jakarta

Meski harus bekerja di lingkungan yang ekstrem, Nurjanat mengaku tetap semangat menjalankan tugasnya. Baginya, pekerjaan ini adalah bentuk kontribusi nyata dalam membantu pemerintah daerah menjaga kenyamanan warga Jakarta.

Kisah Nurjanat adalah pengingat bagi warga ibu kota akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah atau limbah langsung ke saluran air, demi menghargai tetesan keringat para petugas yang setiap hari bertaruh kesehatan di dalam gorong-gorong

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....