Latihan Berkurban sejak Dini, Menumbuhkan Keikhlasan dan Kepedulian Sosial

  • 29 Mei 2026 00:56 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Hari itu seharusnya Abi libur sekolah. Namun, siswa kelas IV SD Muhammadiyah 24 Rawamangun itu tetap mengenakan seragam untuk melihat proses penyembelihan hewan kurban di lingkungan sekolahnya.

Ia ingin mengetahui bagaimana hewan yang dibeli dari hasil tabungan bersama dimanfaatkan dagingnya untuk masyarakat sekitar. Sejak setahun terakhir, Abi menyisihkan dua ribu hingga lima ribu rupiah dari uang jajannya untuk mengikuti program tabungan kurban.

“Suatu saat nanti mungkin saya menjadi pemimpin, makanya saya harus bisa tahu tentang kurban, itu mempersiapkan diri saya,” kata Abi di Kompleks Perguruan Muhammadiyah Rawamangun, Rabu 27 Mei 2026.

Deretan hewan kurban sapi, hasil dari tabungan latihan kurban siswa dan kurban masyarakat di Kompleks Perguruan Muhammadiyah Rawamangun, Rabu 26 Mei 2026. (Foto: RRI/Setyo Agung)

Kebiasaan menyisihkan uang jajan itu juga dilakukan teman-teman sekelasnya, misalnya Gilang dan Uqail. Mereka rela mengurangi uang jajan agar dapat ikut membeli hewan sembelihan bersama siswa lain.

Ketika ditanya apakah ingin berkurban saat sudah memiliki penghasilan sendiri, Abi menjawab singkat. “Itu salah satu yang menjadi impian saya,” katanya.

Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Rawamangun, Welli Sakti Pasaribu mengatakan tabungan kurban ini melibatkan semua jenjang pendidikan di kompleks perguruan, yaitu TK, SD, SMP dan SMA. Tabungan itu merupakan cara untuk melatih anak menjalani ibadah kurban.

Sekelompok petugas berusaha menggantungkan badan kambing hewan kurban yang telah disembelih agar mudah mengulitinya. (Foto: RRI/Setyo Agung)

“Sehingga mereka juga mengetahui sejak dini bagaimana pengorbanan-pengorbanan yang terdahulu dalam suatu makna perjuangan Nabi Ibrahim,” kata Welli di lokasi dan waktu yang sama.

Setiap Senin hingga Kamis, wali kelas mengumpulkan tabungan siswa secara sukarela. Dari hasil tabungan selama satu tahun, PCM Rawamangun membeli enam sapi dan tiga kambing untuk disembelih saat Iduladha.

Daging hewan kurban kemudian dibagikan kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan. Nilai keikhlasan dan kepedulian sosial diharapkan tumbuh dalam diri para siswa.

“Kami ingin membiasakan ke anak didik, rela mengorbankan sebagian hartanya dalam perjuangan sesuai dengan sunnah [...], edukasi bagaimana seharusnya nilai keikhlasan dengan membeli kambing atau sapi,” ujar Welli.

Petugas menimbang paket kurban di Kompleks Perguruan Muhammadiyah Rawamangun, Rabu 26 Mei 2026. (Foto: RRI/Setyo Agung)

Selain menabung, siswa juga mendapatkan pelajaran tentang syarat dan tata cara penyembelihan hewan kurban yang halal. Kepala SD Muhammadiyah 24 Rawamangun Siti Khodijah mengatakan pembelajaran diberikan sebelum hari pemotongan.

“Kami kumpulkan siswa di masjid, lalu kami berikan penjelasan tentang kurban, mulai dari rukun, syarat, dan tata laksana penyembelihan yang halal,” ujar Siti, di lokasi waktu yang sama.

Di SD itu saja, lebih dari 500 siswa ikut terlibat dalam program tabungan kurban. Latihan kurban yang telah dilakukan bertahun-tahun ini dinilai efektif mengajarkan anak menjadi mukmin dalam bermasyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....