Ritual Pagi Warga Cilincing: Menjaga Sehat Lewat Terapi Air Laut
- 23 Mei 2026 13:11 WIB
- Jakarta
RRI. CO. ID, JAKARTA - Di pesisir Cilincing, Jakarta Utara, pagi hari tidak pernah benar-benar sepi. Saat mentari mulai muncul di balik horizon, belasan hingga puluhan warga perlahan turun ke bibir pantai. Mereka datang bukan sekadar untuk menikmati udara segar, melainkan menjalani sebuah ritual yang sudah menjadi kebiasaan—terapi air laut.
Bagi sebagian warga, aktivitas ini bukan hanya rutinitas, tetapi sumber harapan. Mereka percaya, air laut yang kaya mineral memiliki kemampuan membantu meredakan berbagai keluhan kesehatan. Keyakinan itu terus tumbuh dari cerita-cerita kesembuhan yang dibagikan dari mulut ke mulut.
“Banyak lansia yang merasa lebih ringan badannya setelah rutin berendam pagi,” ujar Nori salah satu warga ketika ditemui RRI Jakarta, Sabtu 23 Mei 2026.
Beberapa di antara mereka bahkan mengaku mengalami perbaikan kondisi setelah menderita masalah seperti stroke ringan, nyeri pinggang, sakit kulit, hingga nyeri sendi.
Suasana terapi biasanya berlangsung sederhana. Warga datang dengan pakaian santai, sebagian berjalan perlahan ke dalam air sambil berpegangan satu sama lain. Gelombang kecil menyentuh kaki mereka, menghadirkan sensasi hangat-dingin yang dipercaya menstimulasi tubuh.
Dari sisi medis, praktik ini dikenal sebagai talasoterapi—terapi yang memanfaatkan manfaat air laut. Kandungan mineral seperti magnesium, kalium, dan kalsium disebut berperan dalam mendukung kesehatan kulit, relaksasi otot, dan meningkatkan sirkulasi.
Namun, para dokter menegaskan bahwa terapi air laut bersifat komplementer, bukan pengganti pengobatan utama. “Air laut memang bermanfaat, tetapi tidak bisa menyembuhkan penyakit berat. Ia hanya membantu sebagai terapi pendukung,” demikian penjelasan yang sering disampaikan tenaga medis kepada warga.
Meski begitu, bagi masyarakat Cilincing, terapi ini bukan semata soal kesehatan fisik. Ada unsur kebersamaan, ketenangan, dan rasa optimisme yang tumbuh setiap kali mereka menyentuh air asin di pagi hari.
Di tengah padatnya masalah perkotaan, laut tetap menawarkan ruang pulih—walau sederhana, namun berarti. Ritual ini menjadi cara warga menjaga semangat, menjaga tubuh, dan menjaga harapan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....