Pembukaan KJC 9 Meriah, Semangat “Arung” Warnai Belajar Anak Pesisir Cilincing
- 16 Mei 2026 19:10 WIB
- Jakarta
RRI. CO. ID, JAKARTA - Di bawah kolong jembatan Cilincing yang tiba-tiba terasa hidup sore itu, puluhan anak berkumpul dengan wajah ceria. Mereka datang dari berbagai sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di pesisir Jakarta Utara. Tawa, sapaan hangat, dan rasa penasaran memenuhi udara seakan menandai satu hal: Kelas Jurnalis Cilik (KJC) angkatan 9 resmi dibuka.
Kegiatan yang digelar di bawah kolong jembatan Cilincing ini akan berlangsung setiap hari Sabtu pukul 15.00 WIB. Tahun ini, KJC mengusung tema “Arung”, yang menggambarkan perjalanan sembilan tahun KJC dalam memberikan edukasi jurnalistik dan literasi visual bagi anak-anak pesisir Jakarta Utara.
Charen Jacklin Pangau, pengampu KJC, menyampaikan harapannya di hadapan para peserta. Ia ingin Kelas Jurnalis Cilik menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk bertanya, berpikir kritis, dan berani menyuarakan pendapat.
“Semoga lewat kegiatan ini, adik-adik tidak hanya menjadi penonton informasi, tapi juga memiliki keberanian berbicara di depan umum, melatih empati, peduli lingkungan, dan menyalurkan kreativitas melalui menulis dan bercerita.” ujar Charen. Sabtu 16 Mei 2026.
Lebih jauh, Charen berharap program ini mampu menanamkan pemahaman tentang etika informasi sejak dini. Baginya, anak-anak perlu dibekali kemampuan membaca dan memilah informasi—sebuah bekal penting di tengah derasnya arus digital.
“Semoga Kelas Jurnalis Cilik terus berkembang dan menciptakan generasi hebat dalam bidang fotografi dan jurnalistik,” tambahnya.
Di antara peserta, tampak pula beberapa wajah yang tak asing: para alumni. Salah satunya Cahaya, alumni angkatan 2, yang kini ikut terlibat mendampingi kegiatan. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengaku bangga melihat program ini bertahan dan terus tumbuh.
“Semoga KJC tetap memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat,” ujarnya lirih.
Tahun ini menjadi momen istimewa. Untuk pertama kalinya, kegiatan KJC diikuti oleh sebuah tim yang terdiri dari para alumni, seakan menegaskan bahwa program ini bukan hanya ruang belajar sesaat, melainkan tempat yang meninggalkan jejak panjang di hati anak-anak. Mereka datang kembali bukan sebagai peserta, tetapi sebagai penggerak perubahan.
Kelas Jurnalis Cilik angkatan 9 bukan sekadar kegiatan belajar. Ia adalah rumah bagi keberanian, wadah bagi suara-suara kecil yang ingin didengar, dan ruang bagi mimpi-mimpi yang berlayar dari pesisir Utara Jakarta.
Di bawah kolong jembatan itu, masa depan sedang dilatih untuk berbicara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....