Menanti Solusi di Balik Gunungan Limbah Cangkang Kerang
- 11 Apr 2026 07:57 WIB
- Jakarta
RRI. CO. ID, JAKARTA : Di balik deburan ombak dan semilir angin pesisir, tersimpan sebuah persoalan yang telah lama mengakar: gunungan limbah kulit kerang. Bagi orang awam, tumpukan ini mungkin terlihat sebagai pemandangan yang tak rapi dan beraroma menyengat. Namun bagi warga sekitar, seperti Arwan, tumpukan itu adalah realitas sehari-hari yang seolah sulit untuk diurai.
Arwan, seorang warga lokal, mengisahkan bahwa masalah tumpukan kulit kerang ini bukanlah hal baru. "Sudah lama itu, Bang. Emang kayak gitu, susah dibersihin juga," ujarnya dengan nada pasrah kepada RRI Jakarta Jum'at 10 April 2026.
Meskipun aroma yang ditimbulkan cukup menyengat bagi mereka yang tak terbiasa, bagi Arwan dan warga sekitar, bau tersebut sudah menjadi bagian dari hidup mereka. "Kalau dibilang bau sih, ya nggak terlalu lah, karena sudah biasa," tambahnya.
Kondisi ini semakin memprihatinkan karena tumpukan limbah tersebut tidak bergeming meski diguyur hujan. Alih-alih hanyut, limbah ini justru semakin menumpuk di sepanjang tanggul, menciptakan kesan kumuh yang tak sedap dipandang.
Namun, inti persoalannya bukan hanya pada tumpukannya, melainkan pada tata kelola yang dianggap belum maksimal. Menurut Arwan, upaya pengolahan limbah sebenarnya sudah ada, namun sayangnya belum melibatkan masyarakat secara luas.
"Pengelola sudah ada, cuma ya nggak bisa manfaatin gimana, Bang. Kurang manfaatin warga sekitar mungkin ya. Jadi cuma dia doang," keluhnya.
Bagi Arwan, kunci penyelesaian masalah ini terletak pada sinergi dan kerja sama. Ia menekankan pentingnya peran pemerintah dalam mensosialisasikan program pengelolaan limbah secara lebih merata ke seluruh lapisan masyarakat.
Arwan membayangkan sebuah sistem di mana warga tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga aktor aktif dalam mengolah limbah tersebut.
"Kalau mau ya dari pemerintah sendiri bisa sosialisasi lebih meluas lagi sama warga. Bisa merekrut dan memberdayakan orang-orang sini," tutur Arwan.
Salah satu potensi yang ia sebutkan adalah pengolahan kulit kerang menjadi paving block, sebuah inovasi yang sebenarnya sudah mulai dirintis namun belum menyentuh banyak tangan.
Tanpa adanya kerja sama yang solid antara pemerintah, pengelola, dan masyarakat lokal, limbah kerang ini akan tetap menjadi beban bagi pesisir.
Harapan Arwan sederhana: ia ingin lingkungan tempat tinggalnya kembali tertata rapi, dan limbah yang selama ini dianggap sampah bisa berubah menjadi berkah bagi ekonomi warga sekitar. Namun pertanyaannya, kapankah harapan itu akan disambut dengan aksi nyata?
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....