Aroma Soto yang Kalah oleh Bau Selokan Ancol
- 04 Apr 2026 08:31 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta –Harum aroma kuah soto yang mengepul dari gerobak Pak Idin (49) biasanya mampu menggugah selera siapa saja yang melintas di sepanjang Jalan Ancol. Namun, seringkali harum rempah itu harus 'bertarung' dengan aroma tak sedap yang menusuk hidung—bau menyengat dari selokan di sisi jalan.
Pak Idin, pria kelahiran 1977 yang sudah lima tahun mengadu nasib dengan berjualan soto keliling di kawasan ini, mengaku bau dari selokan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi usahanya. Menurutnya, aroma tidak sedap itu tidak muncul setiap saat, namun akan sangat mengganggu ketika air selokan mulai surut.
"Kadang kecium, kadang enggak. Paling bau itu kalau airnya lagi surut, biasanya pas musim panas. Kalau habis hujan malah enggak terlalu," ujar Pak Idin saat ditemui RRI Jakarta di sela-sela waktu berdagangnya. Rabu 1 April 2026.
Ia mendeskripsikan aroma tersebut lebih menyerupai bau limbah atau kotoran yang mengendap lama. Sebagai pedagang yang sehari-hari mangkal di lokasi tersebut, Pak Idin mengaku indra penciumannya seolah sudah berkompromi dengan keadaan.
"Saya mah sudah biasa, hidung rasanya sudah kebal. Sekarang mah yang kecium bau soto aja," kata Pak Idin dengan nada candanya yang getir namun tidak demikian dengan para pelanggannya.
Pak Idin bercerita, seringkali calon pembeli yang sudah duduk manis tiba-tiba mengurungkan niatnya untuk makan di tempat. "Ada aja pembeli yang ngeluh, 'Pak, kok bau banget ya?'. Akhirnya ada yang nggak jadi makan, atau minta dibungkus aja dibawa pulang. Orang banyak di Jakarta mah macam-macam reaksinya," ucapnya.
Bagi Pak Idin, selokan yang bau bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga soal kelangsungan hidup. Kehilangan satu atau dua pelanggan karena faktor lingkungan yang kurang bersih tentu berdampak pada penghasilannya sehari-hari. Meski ia bukan warga asli sekitar, ia sangat berharap ada perhatian lebih terhadap kebersihan saluran air di kawasan tersebut.
"Kalau pengennya mah ya semua orang pasti pengen suasananya enak, bersih, nggak bau. Biar yang dagang tenang, yang makan juga nyaman," kata Pak Idin berharap.
Sementara Humas Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Jakarta , Yogi Ichwan, membenarkan adanya pencemaran pada saluran di sekitar Ancol. Ia menyebut kondisi tersebut berdasarkan hasil verifikasi lapangan oleh Sudin LH Jakarta Utara.
“Hasil verifikasi menunjukkan muka air saluran berada di bawah normal dan cenderung tidak mengalir. Lumpur di dasar saluran naik ke permukaan dan mengandung amonia sehingga menimbulkan bau,” kata Yogi.
Ia menambahkan, sumber pencemar didominasi limbah domestik dari permukiman warga serta aktivitas perkantoran. DLH telah mengambil sampel di tiga titik untuk analisis lanjutan sebagai dasar penanganan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....