Bahagia Sederhana, Sesederhana Berenang di Selokan RE Martadinata

  • 28 Mar 2026 06:35 WIB
  •  Jakarta

RRI. CO. ID, JAKARTA– Deru mesin kendaraan yang melintas di sepanjang Jalan RE Martadinata tidak menyurutkan nyali Hilal. Bagi bocah berusia 11 tahun ini, aspal yang panas dan polusi udara hanyalah latar belakang dari "surga" kecilnya: sebuah selokan besar di pinggir jalan.

Saat banyak anak sebayanya merengek meminta tiket kolam renang mewah atau berlibur ke Ancol, Hilal dan sejumlah temannya justru menemukan kegembiraannya di air yang berwarna kecokelatan. Dengan lihai, ia menceburkan diri, menikmati setiap percikan air seolah-olah sedang berada di resort berbintang.

"Seru, enak saja main-main di sini," ujar Hilal dengan senyum lebar setelah muncul dari permukaan air saat ditemui RRI Jakarta Jum'at 27 Maret 2026.

Bagi Hilal, selokan ini bukan sekadar saluran drainase. Ini adalah taman bermain tanpa batas. Ia mengaku sering berenang di sana, terutama saat debit air sedang tinggi atau banjir. Baginya, berenang di tempat wisata seperti Ancol sudah terasa membosankan. Selain itu, ada alasan kuat lainnya: gratis.

"Pernah ke kolam renang, tapi bosan. Enakan di sini, gratis, enggak usah bayar," tambahnya polos.

Namun, bermain di selokan bukannya tanpa risiko. Ancaman ular, lintah, hingga pecahan beling adalah teman sehari-harinya. Hilal bercerita bahwa ia pernah terluka akibat terkena beling di dalam selokan, namun hal itu tak sedikit pun membuatnya kapok. Rasa gatal yang biasa dikhawatirkan orang dewasa pun seolah enggan menempel di kulitnya yang sudah terbiasa dengan kerasnya lingkungan jalanan.

Tak hanya berenang, Hilal juga memanfaatkan waktu "mainnya" untuk membantu dapur di rumah. Berbekal alat pancing sederhana, ia kerap berburu ikan mujair di aliran air tersebut. "Dapatnya mujair. Nanti kalau dapat banyak, dibawa pulang terus dimasak," katanya dengan bangga.

Menariknya, Hilal menyimpan rahasia kecil dari ibunya. Kepada sang ibu, ia hanya berpamitan untuk pergi memancing, tanpa menyebutkan bahwa ia juga akan terjun ke selokan untuk berenang. "Izinnya mancing biasa, enggak bilang kalau berenang di selokan," akunya sambil tertawa kecil.

Kisah Hilal adalah potret nyata tentang bagaimana kebahagiaan seringkali tidak membutuhkan biaya mahal. Di tengah himpitan ekonomi dan minimnya ruang publik yang terjangkau bagi anak-anak, selokan pinggir jalan pun disulap menjadi tempat merajut memori masa kecil yang tak terlupakan.

Bagi Hilal, dunia adalah tempat bermain yang luas, asalkan ia punya keberanian untuk menceburkan diri di dalamnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....