Potret Realita Pemanggil Air Bersih di Ibu Kota
- 22 Mar 2026 14:05 WIB
- Jakarta
RRI. CO. ID, JAKARTA – Di usianya yang telah menginjak 60 tahun, Pak Edi masih menunjukkan kegigihan yang luar biasa. Pria yang akrab disapa Pak Edi ini merupakan salah satu penjaja air bersih keliling yang masih bertahan di kawasan Marunda, Jakarta Utara, meskipun modernitas kian mengepung ibu kota.
Pak Edi bukanlah orang baru dalam profesi ini. Ia mengaku telah mulai belajar berdagang air sejak tahun 1982 atau 1984, jauh sebelum kawasan tersebut berkembang seperti sekarang. Sebelum menjadi penjaja air, ia sempat berjualan sandal di Mangga Dua, namun karena adanya penggusuran dan penertiban, ia akhirnya beralih profesi demi menyambung hidup.
"Dulu dagang sandal di Mangga Dua, tapi karena dibongkar, akhirnya pindah ke sini. Ya, terpaksa, ini namanya 'bakat butuh'," ujar Pak Edi dengan nada bergurau saat ditemui RRI Jakarta di sela aktivitasnya.
Bukan pekerjaan ringan, Pak Edi harus mendorong gerobak berisi air yang beratnya mencapai sekitar 5 kuintal atau 500 kilogram dalam sekali jalan. Di masa mudanya, ia bisa melakukan perjalanan berkali-kali, namun kini di usia senja, ia membatasi dirinya hanya 3 hingga 4 kali angkut dalam sehari.
"Sekali bawa ini beratnya sekitar 5 kuintal. Sekarang paling cuma kuat 3 sampai 4 kali sehari, sudah tidak sekuat dulu," tambahnya.
Meski teknologi air bersih semakin maju, jasa Pak Edi tetap dibutuhkan oleh para pedagang kaki lima (PKL) dan warga di area terminal yang sulit mendapatkan akses air bersih langsung. Air-air ini digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari mencuci peralatan dagang hingga kebutuhan pembersihan lainnya.
Mengenai pendapatan, Pak Edi mengaku tidak memiliki angka pasti. Dalam sehari, ia bisa mengantongi pendapatan kotor antara Rp100.000 hingga Rp200.000, namun jumlah tersebut masih harus dipotong untuk biaya makan dan kebutuhan lainnya.
Kisah Pak Edi adalah potret nyata ketangguhan warga lansia di Jakarta yang tetap produktif dan mandiri di tengah kerasnya ekonomi perkotaan. Sosoknya menjadi bukti bahwa dedikasi dan kejujuran dalam bekerja adalah kunci untuk tetap bertahan hidup, apa pun tantangannya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....