Dari Hobi, Lahirkan Komunitas Teman Sharing Beroda

  • 19 Agt 2025 11:42 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta: Pagi itu, di kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno, roda-roda kecil tampak berputar lincah. Sejumlah orang dengan pelindung lutut melaju sambil sesekali tertawa ketika hampir kehilangan keseimbangan. Di tengah kesibukan Ibu Kota, sepatu roda menjadi cara mereka melepas penat sekaligus menjaga tubuh tetap bugar.

Dari aktivitas sederhana inilah lahir sebuah komunitas bernama Teman Sharing Beroda (TSB). Komunitas ini digagas oleh Aziz, yang awalnya hanya ingin berbagi ilmu bermain sepatu roda kepada teman-teman terdekat.

“Awalnya cuma kepikiran sharing belajar sepatu roda, terus karena lagi rajin bikin konten lifestyle olahraga, ternyata responnya positif banget,” ujarnya, kemarin.

Bagi Aziz, olahraga ini bisa menjadi penyeimbang yang menyenangkan di tengah hiruk pikuk kota.

Nama Teman Sharing Beroda sendiri membawa filosofi tersendiri. Aziz melihat banyak pesepatu roda yang sudah mahir cenderung hanya bermain untuk diri sendiri, sementara pemula sering kali kesulitan mencari bimbingan.

“Harapannya, di TSB kita tanamkan sistem give back. Jadi kalau sudah dapat ilmu secara gratis, mereka akan sharing lagi ke pemula,” jelasnya.

Kini, TSB rutin berlatih di sejumlah lokasi, seperti GBK Gate 3, Taman Menteng, hingga kawasan ITC Kuningan dan Cempaka Mas. Dalam seminggu, latihan bisa dilakukan minimal tiga kali. Untuk menghindari kebosanan, mereka juga kerap mengadakan rolling out ke lokasi berbeda serta sesi berbagi pengetahuan.

“Jadi nggak cuma jago sepatu roda, tapi aspek lain juga ikut di-upgrade,” kata Aziz.

Komunitas ini terbuka untuk siapa saja yang berminat, asalkan punya perlengkapan sendiri serta komitmen berlatih. Namun, TSB memang lebih difokuskan untuk remaja hingga dewasa. “Kalau anak-anak sudah ada wadahnya sendiri,” tambahnya.

Lebih dari sekadar olahraga, Aziz menekankan manfaat bergabung di TSB terasa dalam banyak aspek. Sepatu roda sebagai olahraga kardio jelas menyehatkan, namun yang tak kalah penting adalah rasa kebersamaan yang terjalin.

“Kita jadi melawan rasa mager, sehat bareng, dan punya keluarga baru yang saling support,” katanya.

Aziz, penggagas komunitas Teman Sharing Beroda.

Meski berkembang, perjalanan TSB bukannya tanpa hambatan. Mengelola anggota yang terus bertambah menjadi tantangan tersendiri, begitu pula menjaga konsistensi latihan dan membangun semangat berbagi di kalangan anggota yang sudah mahir. Selain itu, keterbatasan tempat juga menjadi kendala. “Cuaca kadang nggak menentu, jadi kita butuh banget tempat latihan indoor yang memadai,” ujar Aziz.

Sejauh ini, beberapa pihak luar sudah memberikan dukungan, baik berupa materi maupun nonmateri. Hal itu membuat TSB bisa terus konsisten berkegiatan. Bahkan, mereka sempat menggelar event kolaborasi bersama dua perusahaan. Aziz berharap, ke depan komunitas ini punya lokasi indoor sendiri dan lebih banyak menjalin kolaborasi, baik dengan komunitas di Jakarta maupun luar kota.

Lebih jauh, Aziz berpesan kepada masyarakat agar tak ragu mencoba. “Apapun olahraga yang mau dijadikan hobi, pelajari dulu, sesuaikan dengan budget, dan jangan lupa kalau olahraga berisiko tinggi seperti sepatu roda perlu pendampingan. Tapi yang jelas, sepatu roda itu olahraga sehat yang menyenangkan,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....