BRIN Gelar Diskusi, Bahas Prasasti Kutai dan Padang Lawas

  • 18 Jul 2025 17:16 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta: Organisasi Riset Arkeologi Bahasa dan Sastra BRIN akan menggelar diskusi ilmiah bertema "Prasasti Yupa Kerajaan Kutai dan Prasasti Padang Lawas serta Konteks Situs-Situs Wilayahnya". Acara ini akan berlangsung pada Selasa, 22 Juli 2025, pukul 08.30 hingga 11.35 WIB. Kegiatan akan diselenggarakan di Grand Ballroom Lantai 2, Gedung Widya Graha, BRIN Gatot Subroto, Jakarta. Diskusi ini terbuka bagi para akademisi, peneliti, dan masyarakat umum yang tertarik dengan sejarah awal kerajaan-kerajaan di Nusantara.

Dr. Titi Surti Nastiti, M.Hum. dari Pusat Riset Arkeologi Prasejarah dan Sejarah menjelaskan, “Prasasti Yupa dari Kutai dan prasasti di Padang Lawas menjadi bukti awal kemunculan kerajaan dan pengaruh budaya India di Indonesia.” Hal ini menunjukkan bahwa wilayah Nusantara telah memiliki struktur pemerintahan dan hubungan budaya lintas wilayah sejak abad ke-4 Masehi. Prasasti Yupa dikenal sebagai peninggalan Kerajaan Kutai di Kalimantan Timur, sementara Padang Lawas merupakan kompleks percandian Buddha di Sumatra Utara.

Narasumber lainnya, Drs. Gunadi Kasnowihardjo, M.Hum., menambahkan bahwa keberadaan prasasti-prasasti tersebut juga menggambarkan keragaman budaya lokal dan integrasi agama di masa lampau. “Konteks situs dan tulisan prasasti memberi kita gambaran tentang bagaimana masyarakat membangun sistem sosial dan keagamaan,” ujarnya. Diskusi ini juga akan menyoroti bagaimana situs-situs tersebut bisa menjadi bagian penting dalam pelestarian warisan budaya nasional.

Selain para pembicara utama, acara ini juga menghadirkan beberapa pengantar dan moderator dari berbagai latar belakang. Dr. Herry Jogaswara, MA. selaku Kepala Organisasi Riset Arkeologi Bahasa dan Sastra, serta Dr. Berthold DH. Sinaluan dari IAAI Komda Jabodetabek turut menyampaikan sambutan. Moderator diskusi akan dipandu oleh Nova Farida Lestari, S.H. dari Yayasan Indonesia Hidden Heritage Creative Hub. Dengan kolaborasi berbagai pihak ini, diharapkan wawasan baru tentang sejarah dan arkeologi Indonesia dapat terus dikembangkan.

Melalui kegiatan ini, BRIN berupaya mendorong literasi sejarah dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya bukti-bukti arkeologis dalam pembentukan jati diri bangsa. Situs-situs seperti Kutai dan Padang Lawas tidak hanya penting secara ilmiah, tetapi juga menjadi saksi perjalanan panjang peradaban Nusantara. Diharapkan, kegiatan ini mampu memperkuat kesadaran akan pentingnya pelestarian situs sejarah serta membuka peluang kolaborasi riset lintas daerah dan generasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....