Perempuan Hebat Berdayakan Sesama, Bawa Perubahan Nyata
- 28 Apr 2025 09:15 WIB
- Jakarta
KBRN, Jakarta: Kisah inspiratif datang dari dua perempuan hebat Indonesia, Mardiana dan Eka Mustika, yang tak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga memberdayakan perempuan di sekitarnya.
Mardiana: Berjuang Atasi Stunting di Kepulauan Seribu
Di bawah rindangnya halaman Posyandu Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu, Mardiana dan para ibu setempat rutin menyiapkan makanan bergizi demi masa depan anak-anak di daerah mereka. Sejak 2004, Mardiana aktif di organisasi Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Posyandu, dengan fokus pada kesehatan ibu dan balita.
Sebagai Ketua Posyandu, Mardiana menjadi penggerak program “Seribu Asa” yang diinisiasi PHE OSES. Bersama Tim Dahsat, ia mengolah makanan bergizi untuk mendukung Program Makanan Utama (PMU) bagi balita stunting.
Upaya tersebut membuahkan hasil positif, dengan 62% dari 36 balita di Pulau Kelapa keluar dari kategori stunting sejak 2023. Selain itu, terdapat peningkatan tinggi badan pada 13 anak, menandakan perkembangan fisik yang signifikan.
Tak hanya itu, ibu hamil yang mengalami anemia dan kekurangan energi kronis juga terbantu melalui program ini, dengan peningkatan kadar hemoglobin dan lingkar lengan.
Dengan pendekatan komunitas dan kolaborasi berbagai pihak, Mardiana membuktikan bahwa perempuan bisa menjadi penggerak perubahan nyata di masyarakat.
Eka Mustika: Membuka Peluang Ekonomi untuk Istri Nelayan
Dari pesisir Cilamaya, Subang, Jawa Barat, kisah inspiratif lain hadir dari Eka Mustika. Sejak 2016, Eka berkomitmen memberdayakan istri nelayan agar mandiri secara ekonomi.
Bergabung dengan Kelompok UMKM Wanita (KUW) Greenthink yang didukung PHE ONWJ, Eka mendapatkan pelatihan bisnis serta legalitas usaha. Ia kemudian mendirikan Mustika Food, mengolah ikan tengkek yang sebelumnya kurang bernilai menjadi produk-produk inovatif, seperti kerupuk dan ikan asin.
Berkat inovasinya, harga ikan tengkek melonjak dari Rp5.000 menjadi Rp17.000–Rp25.000 per kilogram. Produk Mustika Food kini dipasarkan ke berbagai daerah, bahkan hingga Singapura, dengan omzet bulanan mencapai Rp100 juta.
Tak berhenti di situ, Eka merekrut empat istri nelayan untuk membantunya, sekaligus membekali mereka keterampilan usaha dan manajemen keuangan. Ia membuktikan bahwa perempuan mampu membangun ekonomi keluarga dan komunitas.
Pertamina melalui Regional Jawa Subholding Upstream, sebagai koordinator wilayah kerja PHE ONWJ dan PHE OSES, berkomitmen mendukung program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).
“Kami percaya keberhasilan perusahaan harus sejalan dengan kesejahteraan masyarakat,” ujar Pinto Budi Bowo Laksono, Manager Communication, Relations & CID Regional Jawa.
Bagi Mardiana dan Eka, dukungan ini menjadi titik awal perubahan. Kisah mereka membuktikan bahwa dengan tekad, kerja sama, dan dukungan yang tepat, perempuan mampu menjadi agen perubahan yang membawa dampak berkelanjutan bagi komunitas dan generasi mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....