Suanto Lansia Mengais Rezeki Es Cincau Pasar Tanabang
- 28 Mar 2025 04:38 WIB
- Jakarta
KBRN, Jakarta: Menjual minuman siap saji di Kota Jakarta memiliki tantangan tersendiri khususnya di bulan Ramadhan, lantaran banyak masyarakat sedang menjalankan ibadah puasa.
Seperti Suanto usianya sudah 60 tahun, ia memilih berdagang es cincau di pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, pria asal Brebes ini sudah 10 tahun lamanya berdagang di pasar grosir pakaian terbesar di Asia.
Panas terik, dan sumpeknya pasar Tanah Abang menjadi pilihan mangkal Pak Suanto dalam menjajakan es dawet cincaunya. Yah, pasar Tanah Abang sebagai sentra bisnis terpopuler di Indonesia ini, menjadi banyak tumpuan hidup bagi pendatang untuk beradu nasib seperti Pak Suanto.
Di tempat itulah Pak Suanto akhirnya menemukan banyak pelanggan. Banyak orang yang akhirnya menghampiri dan membeli es cincaunya. Meski cendol yang dimiliki Pak Suanto tak menawarkan varian rasa.
Harga yang ditawarkan berkisar Rp 6.000, Pak Suanto mengatakan bahwa cincau tersebut dibuatnya secara homemade. Seperti cendolnya yang terbuat dari aci, tepung beras dan diberi pewarna alami.
Dalam sehari penghasilan Pak Suanto hanya mendapat Rp 60,- jika sedang ramai terkadang Rp 100.000,-. Cincau tersebut didapat dari bos yang menyuplai cendol.
"Ini setoran, sekali setor 80 ribu tapi es nya beli sendiri, gulanya juga, santen beli sendiri, dari bos cuman cincau satu toples, " ujar Pak Suanto.
Di bulan puasa penghasilan Pak Suanto justru menurun, sebab banyak pelanggannya yang menjalankan ibadah puasa.
"Biasanya berangkat jam 9 pagi tapi kalau bulan puasa jam satu siang jualannya, sampai magrib," kata Pak Suanto.
Sebagai pria yang telah berusia, Pak Suanto sadar akan kekuatan dan pekerjaan nya, Ia akui tidak menjalankan ibadah puasa, karena ia tak mampu menahan dahaga.
Hidup sebagai perantau dari pulau ke pulau membuat hidup Pak Suanto memiliki warna, hingga tidak ada jalan lain di usia yang sudah tua ia tetap bekerja menjalankan fungsinya sebagai mahluk pekerja.
Bapak yang memilikinya dua anak ini memilih pulang kampung jika lebaran tiba untuk bercengkrama dengan istri dan anak-anaknya di kampung halaman. Sebab berkumpul dengan keluarga merupakan hal istimewa meskipun hanya saat lebaran.
Es cincau menjadi minuman tradisional khas yang dimiliki bangsa Indonesia. Kepopulerannya justru diperoleh oleh meraka para penjual es grobakan pinggir jalan, hingga berkembang menjadi menu aneka rasa.
Menjalani bisnis minuman menurut banyak dipilih orang dengan harapan bisa mendapatkan keuntungan besar. Namun, memulai bisnis minuman tidaklah mudah. Jatuh bangun dalam berusaha pasti dirasakan oleh pelaku usaha. Meski begitu, tetap konsisten dan disiplin dalam berusaha itulah yang mengantarkan ke gerbang kesuksesan. Seperti Pak Suanto konsisten berdagang, meski tak berharap kesuksesan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....