Potret Pak Tua Loper Koran di Era Digital
- 23 Feb 2025 08:34 WIB
- Jakarta
KBRN, Jakarta: Di tengah hiruk-pikuk Jalan Dewi Sartika, Kelurahan Cililitan, Jakarta Timur, seorang pria renta masih setia menjajakan koran di era serba digital. Bapak Suhari, yang usianya hampir 70 tahun, telah menghabiskan lebih dari lima dekade berdiri di pertigaan lampu merah Dewi Sartika, mengabarkan informasi kepada para pengendara yang berlalu-lalang.
Sejak usia 14 tahun, pria asli Betawi kelahiran Cawang ini telah berjualan koran. Meski kini langkahnya semakin tertatih, semangatnya tak pernah pudar. Di tengah gempuran industri digital yang perlahan mengikis eksistensi media cetak, Suhari tetap bertahan dengan keyakinan bahwa hidup harus diperjuangkan, bagaimanapun keadaannya.

Di tengah hiruk-pikuk Jalan Dewi Sartika, Suhari tetap setia menjajakan koran meski usia hampir 70 tahun dan era digital kian mendominasi. (Foto: RRI/Ilyas)
Setiap pagi, tepat pukul 07.00 WIB, Suhari tiba di lokasi dengan membawa 70 hingga 80 eksemplar koran. Jalan Dewi Sartika menjadi saksi ketekunannya selama puluhan tahun.
"Kadang jam 4 sore saya pulang, kadang lebih. Kalau habis ya bersyukur, kalau tidak habis ya tetap bersyukur," ujar Suhari saat diwawancarai Radio Republik Indonesia atau RRI Jakarta.
Meski pendapatannya tak selalu stabil, Suhari tetap mensyukuri rezeki yang didapat. Jika dagangannya habis, ia bisa membawa pulang Rp100.000 hingga Rp150.000. Namun, jika hujan turun, tak jarang ia pulang dengan tangan hampa.
Sejak muda, Suhari memang telah menjatuhkan pilihan menjadi loper koran. Baginya, menjajakan informasi melalui media cetak adalah panggilan jiwa. Ia sempat mencoba pekerjaan lain, termasuk menjadi kondektur, namun takdir membawanya kembali ke jalanan sebagai penjual koran.
Terik matahari yang menyengat, debu yang menempel di kulit, hingga usia yang terus menua tak membuatnya menyerah. Suka duka telah ia lewati, tetapi Suhari tetap setia menanti para pelanggannya. Di sela kepadatan lalu lintas, ia melambaikan tangan kepada para pengendara, mengajak mereka membuka jendela dunia melalui lembaran-lembaran koran yang masih ia tawarkan dengan penuh ketulusan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....