Dari PHK hingga Bangkit, Ayam Goreng Panglima Siap Jadi Komando Kuliner Indonesia
- 28 Sep 2026 23:52 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta: Kehilangan pekerjaan bukan akhir dari perjuangan. Hal itu dibuktikan Yudha Putra Pratama, pemilik usaha Ayam Goreng Panglima, yang mampu bangkit setelah mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) dan menghadapi masa sulit tanpa penghasilan.
Usaha Ayam Goreng Panglima bermula dari kondisi yang tidak mudah. Setelah terkena PHK, Yudha sempat mengalami tekanan berat karena harus menghadapi ketidakpastian ekonomi. Kondisi tersebut bahkan membuat sang istri mengajaknya berkonsultasi dengan psikiater karena Yudha mengalami keterpurukan akibat kehilangan pekerjaan dan penghasilan.
Namun, di tengah masa sulit tersebut, Yudha tidak ingin terus larut dalam keadaan. Ia mulai mencari jalan untuk tetap menghasilkan. Salah satunya dengan merintis bisnis frozen food. Dari usaha kecil tersebut, perlahan muncul keyakinan bahwa pengalaman dan kegigihan bisa menjadi modal untuk membangun usaha yang lebih besar.
Perjalanan kemudian berlanjut hingga Yudha membuka restoran Ayam Goreng Panglima. Mengusung basic ayam goreng khas Bandung, usaha ini menjadi langkah baru bagi Yudha untuk membangun kembali kehidupannya sekaligus menghadirkan sajian ayam goreng yang dapat dinikmati masyarakat.
Nama “Panglima” sendiri memiliki harapan besar. Yudha ingin Ayam Goreng Panglima tidak sekadar menjadi nama sebuah usaha, tetapi mampu menjadi salah satu “komando ayam goreng di Indonesia”. Nama tersebut menjadi simbol semangat untuk memimpin, berkembang, dan terus berjuang di tengah persaingan bisnis kuliner.
Bagi Yudha, perjalanan membangun usaha bukan perkara mudah. Dari kehilangan pekerjaan, mengalami masa keterpurukan, merintis frozen food, hingga akhirnya memiliki restoran, semuanya menjadi proses yang memberikan banyak pelajaran. Ia menyadari bahwa membangun bisnis membutuhkan keberanian untuk memulai kembali, bahkan ketika kondisi sedang berada di titik terendah.
Kisah Ayam Goreng Panglima menjadi gambaran bahwa PHK bukan berarti hilangnya kesempatan untuk sukses. Justru dari sebuah kehilangan, seseorang dapat menemukan jalan baru yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan.
Kini, Yudha terus mengembangkan Ayam Goreng Panglima dengan membawa cita rasa ayam goreng yang terinspirasi dari Bandung. Harapannya sederhana tetapi besar, yakni usaha yang dirintis dari keterpurukan ini dapat semakin dikenal dan berkembang hingga menjadi salah satu pilihan kuliner masyarakat Indonesia.
Melalui Ayam Goreng Panglima, Yudha ingin membuktikan bahwa jatuh bukan alasan untuk berhenti melangkah. Selama masih memiliki kemauan untuk mencoba dan terus belajar, selalu ada peluang untuk bangkit dan menciptakan kehidupan yang lebih baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....